Minggu, 7 Juni 2026

Usai Video Permintaan Maaf Sarwendah Viral, Kini Muncul Dugaan Buzzer Berbayar Rp350 per Komentar

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 6 Juni 2026 | 21:00 WIB
Sarwendah saat memberikan klarifikasi lewat video (Instagram/@sarwendah29)
Sarwendah saat memberikan klarifikasi lewat video (Instagram/@sarwendah29)

SketsaNusantara.id - Polemik yang mengiringi video permintaan maaf Sarwendah Tan belum menunjukkan tanda mereda. Setelah unggahannya menjadi perhatian publik, kini muncul isu baru yang ramai dibahas pengguna media sosial.

Nama mantan personel Cherrybelle itu dikaitkan dengan dugaan penggunaan buzzer untuk membangun sentimen positif di kolom komentar. Dugaan tersebut berkembang setelah beredar tangkapan layar yang disebut berisi tarif dan arahan komentar bagi para buzzer.

Bocoran tersebut kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial. Tak sedikit warganet yang ikut memberikan tanggapan terkait isi dokumen yang beredar tersebut.

Baca Juga: Permintaan Maaf Sarwendah Justru Tuai Amarah, Nikita Mirzani Semprot Habis-Habisan karena Nama Ruben Onsu Tak Disebut Sama Sekali

Dalam tangkapan layar yang ramai dibagikan, terlihat keterangan bertuliskan "Like+Komen Positif" dengan nilai bayaran Rp350 untuk setiap komentar yang dibuat. Selain nominal, beredar pula contoh narasi yang disebut harus digunakan oleh para pemberi komentar.

Beberapa kalimat yang beredar di antaranya berisi dukungan dan apresiasi terhadap langkah permintaan maaf yang dilakukan Sarwendah. Narasi tersebut kemudian menjadi bahan pembicaraan karena dinilai memiliki pola yang seragam.

Isu itu semakin ramai setelah banyak pengguna media sosial membagikan ulang tangkapan layar yang sama. Berbagai komentar pun bermunculan, mulai dari mempertanyakan kebenaran informasi tersebut hingga menyoroti nominal honor yang disebutkan.

Baca Juga: Sarwendah Minta Maaf Usai Video Viral Diduga Sindir Ruben Onsu, Singgung Anak hingga Janji Bakal Lebih Bijak

Sebagian warganet menganggap nilai bayaran yang beredar relatif kecil. Hal itu kemudian memicu beragam sindiran yang ramai dibahas di platform X.

“Perak? Idih, najis banget. Katanya, Sarwendah bisa menghasilkan Rp200 juta dalam 30 menit, tapi pakai buzzer untuk bisa dapat komentar positif. Wen, Wen, pantes lo dikeluarin dari Cherrybelle dulu,” kata akun X @de***llu.

Komentar lain juga mempertanyakan mekanisme pembayaran yang disebut hanya bernilai ratusan rupiah untuk setiap komentar yang dibuat. Beberapa pengguna bahkan mengaitkannya dengan biaya administrasi yang mungkin muncul saat pencairan dana.

Selain menyoroti besaran honor, sebagian pengguna media sosial mempertanyakan alasan munculnya dugaan penggunaan buzzer tersebut. Mereka menilai video permintaan maaf seharusnya dapat diterima publik tanpa perlu dukungan komentar yang terorganisasi.

Di sisi lain, terdapat pula pengguna media sosial yang menyoroti perubahan suasana di kolom komentar unggahan Sarwendah. Mereka mengaku melihat perbedaan antara respons awal dan kondisi beberapa jam setelah video tersebut diunggah.

“Pas awal-awal dia upload di Fb banyak yang menghujat video permintaan maafnya. Tapi beberapa jam kemudian, eh tiba-tiba komentar julidnya hilang dan banyak komen yang muji-muji,” kata akun @plu***to.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X