Minggu, 7 Juni 2026

Mantan ART Erin Wartia Akhirnya Bicara soal Perdamaian, Minta Gaji, Ponsel, Dompet dan Baju Dikembalikan

Photo Author
Zuhana Anibuddin Zuhro, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 6 Juni 2026 | 14:00 WIB
Rieke Diah Pitaloka saat mendampingi Herawati eks pembantu Erin. (YouTube Cumicumi )
Rieke Diah Pitaloka saat mendampingi Herawati eks pembantu Erin. (YouTube Cumicumi )

SketsaNusantara.id - Perselisihan antara Rien Wartia Trigina atau Erin Wartia dengan mantan asisten rumah tangganya, Herawati, memasuki perkembangan baru. Di tengah proses hukum yang masih berjalan, Herawati menyatakan keinginan untuk menyelesaikan perkara tersebut secara damai.

Langkah tersebut menjadi perhatian karena sebelumnya konflik kedua pihak telah berujung pada saling lapor ke kepolisian. Namun kini, peluang penyelesaian di luar jalur konflik terbuka setelah Herawati menyampaikan kesediaannya untuk berdamai.

Meski membuka ruang rekonsiliasi, Herawati menyebut terdapat sejumlah hal yang perlu diselesaikan terlebih dahulu. Permintaan tersebut berkaitan dengan hak-hak yang menurutnya masih belum diterima hingga saat ini.

Baca Juga: ART Erin Wartia Bongkar Kebiasaan Herawati di Dalam Rumah, Sebut Sering Rekam Aktivitas hingga Bikin Majikan Marah

Keinginan berdamai itu disampaikan melalui tim kuasa hukumnya. Pengacara Herawati, Deolipa Yumara, menilai perkara yang terjadi sebenarnya masih memungkinkan untuk diselesaikan secara baik tanpa memperpanjang konflik.

"Saya menganggap ini sebenarnya persoalan yang masih bisa diselesaikan secara baik. Artinya, ini hanya kesalahpahaman biasa antara pemberi kerja dengan pekerjanya," ujar Deolipa.

Menurut pihak Herawati, perdamaian dapat terwujud apabila sejumlah persoalan yang menjadi keberatan kliennya terlebih dahulu diselesaikan. Salah satunya berkaitan dengan pembayaran gaji selama masa kerja yang disebut belum diterima sepenuhnya.

Baca Juga: Komisi III DPR Minta Polisi Hentikan Laporan Balik Erin ke Mantan ART Herawati dalam Kasus Dugaan Penganiayaan, Ini Alasannya

Selain persoalan gaji, Herawati juga meminta beberapa barang pribadinya dikembalikan. Barang-barang tersebut meliputi telepon seluler, pakaian, dan dompet yang disebut masih berada di tangan Erin Wartia.

Tim kuasa hukum Herawati menjelaskan bahwa perdamaian idealnya diikuti dengan langkah hukum yang sama dari kedua belah pihak. Apabila kesepakatan tercapai, laporan polisi yang telah dibuat masing-masing pihak diharapkan dapat dicabut.

Menurut mereka, penyelesaian tersebut akan menjadi jalan tengah yang memungkinkan konflik berakhir tanpa berlanjut ke tahapan yang lebih panjang. Karena itu, komunikasi antara kedua pihak dinilai menjadi faktor penting dalam proses tersebut.

Di sisi lain, Herawati mengaku masih merasakan dampak psikologis dari pengalaman yang dialaminya selama konflik berlangsung. Kondisi tersebut disebut memengaruhi aktivitas dan rencananya untuk kembali bekerja.

Ia mengaku belum siap kembali menjalani pekerjaan sebagai asisten rumah tangga. Pengalaman yang dialami selama bekerja sebelumnya membuat dirinya masih merasa khawatir apabila harus kembali bekerja pada lingkungan yang serupa.

"Sangat trauma saya. Takutnya dapat majikan yang main tangan lagi. Saya belum siap kerja sekarang. Terus malu banget karena Bu Erin buka-bukaan di media tentang kejelekan saya," ungkap Herawati.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X