Namanya belakangan ini santer jadi perbincangan publik setelah beredar kabar penangkapan artis inisial F yang terlibat dalam kasus love scamming dan diduga terkait dengan sindikat jaringan penipuan internasional.
Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi menjelaskan bahwa Fabiola diduga berperan sebagai model yang bertugas melakukan panggilan video kepada para korban.
Direktur Reserse Siber Polda Jawa Tengah menjelaskan bahwa peran Fabiola berbeda dengan tim pemasaran (marketing) yang bertugas mencari target korban.
Baca Juga: Nama Lesti Kejora Dicatut untuk Penipuan Online, Publik Diminta Waspada dan Segera Melapor
"Model yang dapat kami amankan ini tugasnya melayani video call sesuai yang diinginkan korban, sementara peran marketing yang mencari korban," ujar Himawan.
Menurut penyelidikan polisi, sindikat penipuan ini beroperasi di kawasan Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah.
Fabiola berperan sebagai model yang bertugas melakukan panggilan video (video call) untuk meyakinkan para korban.
Para korban terlebih dahulu didekati oleh operator yang membangun hubungan emosional melalui berbagai platform digital.
Setelah korban mulai percaya, Fabiola diduga ikut memperkuat hubungan tersebut melalui komunikasi video agar korban semakin yakin dengan identitas yang ditampilkan sindikat.
Polda Jawa Tengah mengungkap bahwa sindikat ini menggunakan modus love scamming atau penipuan berkedok hubungan asmara.
Pelaku diduga membangun kedekatan emosional dengan korban melalui media sosial dan aplikasi kencan. Setelah hubungan dianggap cukup dekat, korban kemudian diarahkan untuk menanamkan dana pada platform investasi kripto yang telah dimanipulasi.
Fabiola menjadi "pemanis" dalam jaringan love scamming setelah korban dipancing oleh tim marketing. Ia membangun hubungan emosional dengan target untuk kemudian menjebak mereka ke dalam platform trading crypto fiktif.
Pelaku diduga membangun kedekatan emosional dengan korban melalui media sosial dan aplikasi kencan. Setelah hubungan dianggap cukup dekat, korban kemudian diarahkan untuk menanamkan dana pada platform investasi kripto yang telah dimanipulasi.
Polisi menyebut jaringan tersebut beroperasi sejak Juli 2025 hingga Mei 2026. Disebutkan ada 133 orang yang terjerat sindikat penipuan ini.
Artikel Terkait
Kani Dwi Siapa? Inilah Profil Staff Media Prabowo yang Ramai Disorot Usai Jadi Korban Love Scamming, Uang 48 Juta Ludes Kena Tipu Pilot Palsu
6 Fakta Love Scamming yang Menimpa Staff Media Prabowo, Kani Dwi Kena Tipu 48 Juta Bermula dari Titip Salam hingga Dicibir Gegara Dukung Praktik Ordal
Hati-hati Penipuan Berkedok Asmara, Polisi Bongkar Markas Sindikat Love Scamming Internasional di Sleman
Waspada Modus Penipuan Pura-Pura Bantu Perbaiki Motor, Ibu-Ibu di Sidoarjo Kehilangan Uang Ratusan Ribu Usai Tersadar Kena Gendam
Anisa Bahar dan Ratu Meta Ngaku Jadi Korban Penipuan Teman Sendiri yang Disebut Pemilik Travel Umroh, Begini Kronologinya
Jember Darurat Uang Palsu! Pemilik Showroom 'Bang Jago' Kencong Gagalkan Penipuan, Modus Beli Motor Pakai Uang Mainan Campur Uang Asli