SketsaNusantara.id – Polemik penilaian juri dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat masih terus menjadi sorotan publik.
Kali ini, kritik datang dari Sandy Kristian Waluyo. Mahasiswa berprestasi yang pernahikut kompetisi Clash of Champions itu ikut menanggapi cuplikan video lomba cerdas cermat yang belakangan ini jadi perbincangan hangat di media sosial.
Lewat akun Instagram pribadinya, Sandy mengaku geram dan seolah tak bisa berkata-kata lagi melihat keputusan dewan juri yang dianggap tidak adil terhadap salah satu peserta.
Baca Juga: Viral Final LCC 4 Pilar MPR Kalimantan Barat, Netizen Soroti Keputusan Juri, Diduga Tidak Fair
"Udah lihat belum? Ada video peserta lomba cerdas cermat yang disalahin sama jurinya padahal jawabannya bener," ujarnya, dikutip SketsaNusantara.id dari video yang diunggah di akun Instagram @sandy_sk pada hari Senin, 11 Mei 2026.
Polemik lomba ini bermula saat Tim C dari SMAN 1 Pontianak mendapat pengurangan nilai lantaran jawaban salah satu peserta dinyatakan kurang tepat oleh dewan juri.
Namun tak lama kemudian, Tim B yang memberikan jawaban serupa mendapat poin penuh. Mendengar hal tersebut, peserta SMAN 1 Pontianak mengajukan protes.
Dalam video yang viral di media sosial, salah satu peserta yang duduk di bangku C2 mempertanyakan konsistensi penilaian dewan juri, padahal jawabannya sama persis seperti yang disampaikan grup B.
Alih-alih memberikan evaluasi ulang, juri justru bersikeras dengan keputusannya dan menilai jawaban peserta C2 tidak terdengar jelas karena persoalan artikulasi.
Tak hanya itu, MC dalam acara tersebut juga sempat menyebut sanggahan itu hanya sebatas "perasaan" dan meminta peserta menerima keputusan juri yang dianggap kompeten dan teliti.
Cuplikan video itu kemudian viral di media sosial yang memancing reaksi banyak pihak, termasuk Sandy Kristian.
Mahasiswa National University of Singapore (NUS) Singapore itu mengaku sangat relate dengan kejadian yang dialami peserta karena pernah mengalami situasi serupa saat aktif mengikuti lomba cerdas cermat semasa sekolah.
"Sebagai mantan peserta lomba cerdas cermat SD-SMP, aku yang sering ikut lomba kaya gini merasa nggak kaget melihat ini karena dulu sering juga disalahin sama dewan juri, dan mereka ngotot kaya gue yang bener dan lu salah gitu," ujarnya.
Artikel Terkait
Sandy Kristian Waluyo Angkat Suara soal Ricuh Demo DPR RI: Tidak Ada yang Lebih Menakutkan dari Matinya Demokrasi
Gagal Jadi Juara Lomba Mewarnai Karena Dinilai Terlalu Bagus, Pihak Sekolah Klarifikasi: Tidak Ada Niat untuk Meragukan Kemampuan Anak
Mahasiswa Indonesia Juara Dunia Lomba IT Internasional: Kalahkan Jepang dan Korea, Buktikan Kelas Dunia
Asah Literasi Kebencanaan Sejak Dini, Siswa SMPN 1 Puger Ikuti Lomba TTS di Festival Kesiapsiagaan Sekolah
Lomba Komentar Rasis Berhadiah Rp100 Ribu Bikin Geger, Pelaku Diduga Anak Oknum Polisi yang Klaim Kebal Hukum
Viral Lomba Komentar Rasis Berhadiah Seratus Ribuan di Instagram, Terduga Anak Oknum Perwira Polisi Tantang Dilaporkan UU ITE