Minggu, 19 Juli 2026

Sandy Kristian Waluyo Angkat Suara soal Ricuh Demo DPR RI: Tidak Ada yang Lebih Menakutkan dari Matinya Demokrasi

Photo Author
Nurul Huda, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 30 Agustus 2025 | 17:00 WIB
Sandy Kristian Waluyo saat mengikuti Clash of Champions Season 1. (Instagram/sandyk_sk)
Sandy Kristian Waluyo saat mengikuti Clash of Champions Season 1. (Instagram/sandyk_sk)

 

SketsaNusantara.id – Nama Sandy Kristian Waluyo belakangan menjadi sorotan publik. Ia dikenal masyarakat luas setelah mengikuti game show akademik Clash of Champions Season 1 yang diadakan oleh Ruangguru.

Namun kali ini, Sandy bukan sedang memperlihatkan kepintarannya di layar kaca, melainkan keberaniannya dalam menyuarakan pendapat atas kondisi bangsa.

Dilansir SketsaNusantara.id dari akun Instagram pribadinya, @sandyk_sk, pemuda yang tengah menempuh pendidikan tinggi di National University of Singapore (NUS) ini menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap tragedi ricuh demo di gedung DPR RI yang hingga kini masih menyisakan luka.

Baca Juga: Bintang Emon Komentari Polisi yang Gunakan Kekerasan ke Rakyat saat Demo di DPR: ‘Power Kalian Banyak, Ada Pentungan sama Pistol yang Semuanya dari..

Demo tersebut mulanya berlangsung di depan gedung DPR RI, namun berujung ricuh hingga menyebabkan peristiwa tragis, salah satunya seorang driver ojek online yang tewas setelah terlindas kendaraan taktis (rantis). Gelombang aksi pun terus berlanjut dan menjalar ke berbagai daerah di Indonesia.

“Tidak ada yang lebih menakutkan dari matinya demokrasi di negara sendiri. Saya adalah warga negara yang sudah dewasa dan memiliki hak konstitusional untuk menyuarakan keprihatinan terhadap hal-hal yang perlu dibenahi. Justru sebagai penerima pendidikan tinggi, saya merasa berkewajiban untuk menggunakan pengetahuan dan platform yang saya miliki untuk kebaikan bersama,” tulis Sandy dalam unggahannya.

Baca Juga: Ikut Demo di Jakarta, Siswa SMA Ini Dikeluarkan dari Sekolah, Staf Khusus Gubernur DKI: Tidak Ada Kebijakan...

Lebih lanjut, Sandy menekankan bahwa universitas telah mengajarkan untuk berpikir kritis dan menganalisis masalah secara objektif, bukan sekadar diam ketika melihat ketidakadilan.

“Jika kita yang terdidik tidak berani berbicara berdasarkan fakta dan nurani, lantas siapa yang akan memperjuangkan masa depan yang lebih baik untuk negeri ini?” tulisnya.

Unggahan tersebut sontak menuai reaksi besar dari masyarakat. Ribuan komentar membanjiri postingannya, banyak yang memberikan apresiasi atas keberanian Sandy untuk bersuara.

“KITA BERSATU UNTUK INDONESIA,” tulis akun @tamaradail.

“Padahal kamu skrg lgi di SG Sand TPI TTP AJA SPEAK UP UNTUK NNEGARA SENDIRI!! itu keren bgt sih!” komentar akun @sandyyours2024_engene2024.

“Bangga banget punya generasi yang melek atas politik, berani bersuara, baik-baik penerus bangsa Indonesia ini baruuu Indonesia Emas,” tambah akun @fatrkmn.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X