Sandy menilai sebagian dewan juri terkadang terlalu mempertahankan ego dan kredibilitas hingga membuat peserta lomba berada di posisi yang dirugikan.
"Dewan juri juga kayanya mereka punya ego dan merasa punya kredibilitas sehingga korbannya di sini itu peserta seperti kita ini yang merasa dirugikan," sambungnya.
"Kalian nggak salah dengar, tapi peserta akhirnya disalahin juri. Nah gimana sekarang, malu kan karena ternyata peserta yang protes ini bener," sindirnya.
Menurutnya, video live streaming seperti ini juga dianggap perlu untuk mengoreksi keputusan dewan juri dalam ajang kompetisi akademik.
Ia menyoroti fakta dewan juri defensif yang akhirnya terbongkar karena adanya tayangan ulang dan live streaming yang tersebar di media sosial.
"Untung itu live streaming jadi ketahuan siapa yang salah. Dulu waktu aku ikut lomba kaya gini belum ada siaran kaya gini dan masih dalam ruangan aja," tuturnya.
"Jadi kalau misal aku benar dan mau protes ke juri juga gak bisa ngebuktiin jadi nggak bisa ngapa-ngapain dan harus nemrima kepurusan juri," ungkapnya.
Tak hanya juri, Sandy turut mengkritik sikap MC yang dinilai meremehkan keberatan peserta. Menurutnya, pembawa acara harusnya bisa bersikap netral dan ikut menghormati hak peserta yang mengajukan sanggahan dalam kompetisi tersebut.
"MC juga nggak banget, apa-apaan katanya itu cuma perasaan adek-adek saja. Padahal orang-orang yang ikut lomba itu pelajar berprestasi dan mereka nggak bodoh, mereka tahu apa yang mereka bilang," katanya.
"Mereka ada di panggung kompetisi besar berarti sudah melewati tahap-tahap yang nggak mudah. Kok bisa-bisanya underestimate dan ga respect sama peserta gitu. Ini sangat-sangat tidak profesional," lanjut Sandy.
Di penghujung video, Sandy memberikan semangat kepada para peserta sekaligus mendesak pihak penyelenggara melakukan evaluasi terhadap mekanisme penilaian dewan juri agar hal serupa tak terulang kembali ke depannya.
"Sebagai seseorang yang dulu sering ikutan dan juara cerdsa cermat, ngerasa relate banget sama masalah kaya gini. Dewan juri dan MC mohon introspeksi!!" tulisnya.
"Semangat terus untuk semua pesertanya. Semoga kalian mendapat juri yang lebih baik di kompetisi berikutnya, jangan patah semanagat," pesannya.
Artikel Terkait
Sandy Kristian Waluyo Angkat Suara soal Ricuh Demo DPR RI: Tidak Ada yang Lebih Menakutkan dari Matinya Demokrasi
Gagal Jadi Juara Lomba Mewarnai Karena Dinilai Terlalu Bagus, Pihak Sekolah Klarifikasi: Tidak Ada Niat untuk Meragukan Kemampuan Anak
Mahasiswa Indonesia Juara Dunia Lomba IT Internasional: Kalahkan Jepang dan Korea, Buktikan Kelas Dunia
Asah Literasi Kebencanaan Sejak Dini, Siswa SMPN 1 Puger Ikuti Lomba TTS di Festival Kesiapsiagaan Sekolah
Lomba Komentar Rasis Berhadiah Rp100 Ribu Bikin Geger, Pelaku Diduga Anak Oknum Polisi yang Klaim Kebal Hukum
Viral Lomba Komentar Rasis Berhadiah Seratus Ribuan di Instagram, Terduga Anak Oknum Perwira Polisi Tantang Dilaporkan UU ITE