"Ya Allah, Ya Rabbi, beri aku petunjuk-Mu. Apa yang harus aku lakukan agar engkau Ridho aku mendapat predikat seorang Ayah," ujarnya.
Ketika ia menunggu jawaban dari doa-doanya tersebut, dokter Gia mengaku dihubungi oleh pihak Sahid Tour dan mendapat tawaran menjadi tim medis pendamping jemaah haji.
"Lalu tiba-tiba Sahid Tour menghubungi, apakah saya bersedia menjadi tim medis untuk menjaga kesehatan Jemaah Haji Khusus di Tanah Suci. Saya gemeteran saat membaca lalu menjawab bersedia," ungkapnya.
Dokter Gia menyadari bahwa perjalanan kali ini bukan sekadar perjalanan biasa. Selain harus menjalankan tanggung jawab besar, ia juga untuk pertama kalinya harus berpisah cukup lama dari sang istri sejak menikah.
"Karena saya tahu, ini bukan perjalanan biasa. Jelas bukan perjalan untuk mencari kenyamanan. Ini adalah perjalanan untuk melepaskan keduniawian selama sebulan dan untuk pertama kalinya sejak menikah, saya tidak bersama istri lebih dari 10 hari," tuturnya.
Di sela persiapannya menuju Tanah Suci, dr. Gia juga berniat untuk membagikan catatan perjalanan, edukasi kesehatan haji, hingga pengalaman kecil selama mendampingi jemaah melalui media sosial.
Ia berharap hal-hal tersebut nantinya bisa bermanfaat bagi masyarakat, khususnya calon tamu Allah yang suatu hari mendapat kesempatan berangkat ke Baitullah.
"Mohon doanya teman-teman, semoga seluruh jemaah diberi kesehatan, kekuatan, kesabaran, keselamatan dan pulang menjadi Haji yang Mabrur," tulisnya.
Baca Juga: Ribuan Calon Haji Jember Dilepas Bupati Gus Fawait, Fokus pada Ibadah dan Kuatkan Niat hingga Fisik
"Insya Allah, selama di sana saya akan berbagi catatan perjalanan, edukasi kesehatan haji, dan hal-hal kecil yang mungkin akan bermanfaat untuk teman-teman yang suatu hari nanti juga Allah panggil ke Baitullah," pungkasnya.
Unggahan tersebut seketika dibanjiri ucapan doa dan dukungan dari warganet. Menariknya, dokter Gia juga memperbolehkan followersnya untuk menitipkan doa di kolom komentar untuk dibacakan saat berada di Tanah Suci.
"Postingan ini akan saya pin. Teman-teman boleh titip doa. Isnya Allah saya akan usahakan baca satu per satu saat berada di Tanah Suci, terutama ketika berada di Masjidil Haram," tulisnya.
"Semoga setiap doa yang teman-teman titipkan, Allah terima dengan kasih sayang-Nya, Allah jaga dalam rahasia terbaik-Nya lalu Allah kabulkan pada waktu yang paling indah. Semoga suatu hari nanti nama teman-teman semua ikut dipanggil ke Tanah Suci," pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Ramai Disorot, Dokter Kandungan Ini Tanggapi Kisah Dokter Gia Pratama Soal Rahim Copot: Karena Secara Anatomi
Haji Furoda 2026 Ditiadakan, Kemenhaj Tegaskan Tidak Ada Visa dari Arab Saudi dan Waspadai Penipuan
Niat ke Tanah Suci Berujung Pilu, Pasutri di Lumajang Tertipu Rp81 Juta, Diiming-imingi Berangkat Haji Lebih Cepat
Setelah 8 Tahun Menunggu dan 2 Kali Gagal, Ashanty Akhirnya Berangkat Haji Mei 2026
Berangkat Haji Tahun Ini, Purbaya Doakan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Makin Bagus, Akui Ingin Tambahkan Nama Baru Setelah Pulang dari Tanah Suci