Tak hanya itu, ia juga pernah menduduki posisi strategis seperti Country Manager di Xiaomi serta Investment Director di Telenor Digital Enterprise dengan level Senior Vice President (SVP).
Latar belakang profesional tersebut turut menjadi alasan mengapa banyak netizen menilai Daniel memiliki pendekatan yang lebih berbasis data dan riset dalam mengambil keputusan, termasuk terkait vaksin anak.
Hingga kini, perdebatan mengenai vaksin anak yang dipicu oleh pernyataan Patricia Gouw masih terus berlangsung di media sosial. Isu ini kembali mengingatkan pentingnya literasi kesehatan dan peran sumber informasi yang kredibel dalam pengambilan keputusan, terutama yang berkaitan dengan kesehatan keluarga.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
PMK Merebak di 10 Kecamatan di Jember, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Ternyata Tak Miliki Anggaran Vaksin di 2025
Pro-Kontra Bill Gates Jadikan Indonesia Tempat Uji Coba Vaksin TBC Usai Berikan Dana Hibah 2,6 T, Netizen Curiga Ada Motif dan Kepentingan Asing
Prabowo Terima Bill Gates Uji Coba Vaksin TBC di Indonesia, Netizen: Presiden Jadikan Rakyat Indonesia Kelinci Percobaan
Hasan Nasbi Tanggapi Kritik Masyarakat Soal Kebijakan Prabowo yang Jadikan Rakyat Sebagai Kelinci Percobaan Vaksin TBC Bill Gates
HIV-AIDS Bukan Kutukan! Mari Patahkan Mitos dan Hentikan Stigma Pasien di Hari Vaksin AIDS Sedunia!