SketsaNusantara.id - Nama Patricia Gouw kembali menjadi sorotan publik setelah pernyataannya terkait vaksin anak viral di media sosial. Dalam unggahan Instagram Story pada Selasa 17 Maret 2026, perempuan yang akrab disapa Patgouw itu mengungkapkan kekhawatirannya terhadap vaksinasi untuk anaknya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah ramainya perdebatan publik mengenai vaksin anak di berbagai platform media sosial. Dalam unggahannya, Patricia Gouw secara terbuka mengaku memiliki pandangan berbeda dengan sang suami, Daniel Bertoli, terkait isu tersebut.
“To be honest aku pribadi ga mau anakku terkontaminasi vaksin,” tulisnya dalam unggahan yang kemudian tersebar luas dan menuai beragam reaksi dari warganet.
Ia menjelaskan bahwa sang suami memiliki pandangan yang bertolak belakang. Daniel Bertoli disebut lebih mempercayai efektivitas vaksin, termasuk rekomendasi dari World Health Organization terkait kesehatan anak.
Patricia juga mengakui keterbatasan sumber informasi yang ia miliki untuk memperkuat pandangannya. Ia menyebut bahwa referensi yang ia gunakan sebagian besar berasal dari media sosial, sehingga ia tidak dapat meyakinkan suaminya untuk mengikuti pandangannya.
Perbedaan pendapat ini pun berujung pada keputusan bahwa sang suami akan menjadi pihak yang menentukan terkait vaksinasi anak mereka. Patricia bahkan menegaskan bahwa ia menyerahkan tanggung jawab tersebut kepada suaminya.
Pernyataan tersebut sontak memicu perdebatan luas di kalangan netizen. Banyak pengguna media sosial yang memberikan kritik terhadap sikap Patricia, terutama terkait keraguannya terhadap vaksin yang telah direkomendasikan secara global.
Di sisi lain, tidak sedikit pula netizen yang justru memberikan apresiasi terhadap sikap Daniel Bertoli yang dinilai rasional dan berpegang pada sumber ilmiah. Beberapa komentar bahkan menyebut bahwa keputusan berbasis sains menjadi hal penting dalam isu kesehatan anak.
Seiring viralnya pernyataan tersebut, sosok Daniel Bertoli pun ikut menjadi perhatian publik. Ia diketahui merupakan seorang investor ternama yang berbasis di Singapura dengan rekam jejak karier yang cukup mentereng.
Daniel merupakan lulusan Harvard Business School dan memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang modal ventura, ekuitas swasta, konsultasi strategi, hingga perusahaan teknologi. Kariernya mencakup berbagai posisi penting di perusahaan global.
Ia pernah menjabat sebagai Venture Capital Partner di Qualgro, sebuah perusahaan modal ventura yang berbasis di Singapura. Selain itu, Daniel juga dikenal sebagai penasihat khusus untuk CEO di sektor merger dan akuisisi pada perusahaan fintech DDTone/Thunes.
Artikel Terkait
PMK Merebak di 10 Kecamatan di Jember, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Ternyata Tak Miliki Anggaran Vaksin di 2025
Pro-Kontra Bill Gates Jadikan Indonesia Tempat Uji Coba Vaksin TBC Usai Berikan Dana Hibah 2,6 T, Netizen Curiga Ada Motif dan Kepentingan Asing
Prabowo Terima Bill Gates Uji Coba Vaksin TBC di Indonesia, Netizen: Presiden Jadikan Rakyat Indonesia Kelinci Percobaan
Hasan Nasbi Tanggapi Kritik Masyarakat Soal Kebijakan Prabowo yang Jadikan Rakyat Sebagai Kelinci Percobaan Vaksin TBC Bill Gates
HIV-AIDS Bukan Kutukan! Mari Patahkan Mitos dan Hentikan Stigma Pasien di Hari Vaksin AIDS Sedunia!