Dalam proses selanjutnya, pihak Shella menyatakan akan bersikap kooperatif jika diminta memberikan keterangan. Namun pemeriksaan terhadap selebgram tersebut belum dapat dilakukan dalam waktu dekat.
Kuasa hukum menjelaskan bahwa Shella Saukia saat ini sedang menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci. Karena itu, pemeriksaan dijadwalkan setelah ia kembali ke Indonesia.
Menurut rencana, pemeriksaan terhadap Shella diperkirakan berlangsung pada awal April 2026. Jadwal tersebut menyesuaikan dengan kepulangan klien mereka dari perjalanan ibadah.
Perselisihan antara Shella Saukia dan Dokter Detektif bermula pada Januari 2025. Keduanya sempat bertemu dalam sebuah acara di kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan di Jakarta.
Ketegangan meningkat setelah Dokter Detektif mengulas produk kecantikan milik Shella dalam siaran langsung di TikTok. Dalam ulasan tersebut, ia menyoroti sejumlah informasi yang disebut tidak tercantum pada produk tersebut.
Situasi tersebut kemudian memicu perdebatan di lokasi acara. Kedua pihak sempat terlibat adu argumen yang menarik perhatian orang di sekitar mereka.
Upaya mediasi sempat dilakukan oleh Polsek Pulo Gadung, Jakarta Timur. Namun proses tersebut tidak menghasilkan kesepakatan.
Perselisihan akhirnya berlanjut ke jalur hukum. Pada 18 Januari 2025, kedua pihak mendatangi Polda Metro Jaya untuk membuat laporan masing-masing.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Berdalih Lindungi Masyarakat Berdasarkan Undang-Undang Konsumen, Doktif Serius Penjarakan Shella Saukia dengan Datangkan Beberapa Saksi
Pamer Kenakan Dress dari Brand Milik Shella Saukia, Unggahan Ria Ricis Panen Komentar Negatif dari Netizen
Acara Pembukaan Butik Shella Saukia Dihadiri Banyak Artis, Nikita Mirzani Yakini Semua itu Dibayar: Fix Satu Juta Persen!
Ria Ricis Skakmat Komentar Netizen yang Memintanya Untuk Tak Terima Endorse dari Shella Saukia
Doktif Terancam di Bui, Shella Saukia Ngaku Sudah Kantongi Bukti Kasus Pemerasan Rp 20 M, Dokter Reza Jadi Korban