Kamis, 4 Juni 2026

Bintang Emon dan Sejumlah Publik Figur Berduka atas Tragedi yang Menimpa Arianto Tawakal, Tagar 'Keadilan yang Dirindukan' Menggema di Media Sosial

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Senin, 23 Februari 2026 | 17:30 WIB
Ilustrasi Arianto Tawakal, pelajar MTsN di Kota Tual Maluku tewas diduga jadi korban penganiayaan oknum brimob, tagar  (Instagram/wis_nuart/burningcrue)
Ilustrasi Arianto Tawakal, pelajar MTsN di Kota Tual Maluku tewas diduga jadi korban penganiayaan oknum brimob, tagar (Instagram/wis_nuart/burningcrue)

Aktor Teuku Zacky juga turut berduka dengan meninggalnya Arianto Tawakal yang hak hidupnya melayang di tangan seseorang yang harusnya melindungi nyawa.

Dalam unggahan di Instagramnya, Zacky mengungkapkan kekecewaan sekaligus keresahan oknum aparat yang kini tak bisa lagi dipercaya dan menekankan "Indonesia darurat adab".

"Kita selalu diajarkan untuk percaya pada institusi. Tapi bagaimana caranya percaya, kalau yang berseragam justru lebih sering muncul sebagai tersangka daripada penjaga?" tulisnya dalam unggahan di akun Instagram @teukuzacky pada hari Sabtu, 21 Februari 2026.

"Saya tidak anti aparat. Saya ANTI penyalahgunaan kekuasaan.
Karena kekuasaan tanpa empati hanya akan melahirkan ketakutan, bukan rasa aman," tandasnya.

"Jika anak 14 tahun saja bisa kehilangan nyawa dalam situasi seperti ini, maka wajar jika masyarakat bertanya: kita sedang hidup di negara yang aman, atau hanya sedang disuruh terbiasa dengan rasa takut? kita semua yang masih berharap Indonesia menjadi tempat yang aman. Bukan hanya di slogan, tapi di kenyataan," pungkasnya.

Di tengah banyaknya sorotan terhadap kasus ini, warganet kembali mengungkit sejumlah korban kekerasan yang menjadi bukti kelalaian aparat keamanan dalam menjalankan tugasnya.

"Hari ini anak 14 tahun dibunuh anggota Brimob, besok siapa lagi  dari kita-kita semua yang bakal jadi giliran? Kami menolak segala bentuk tindakan sewenang-wenang oleh oknum yang menyalahgunakan wewenang. Keadilan harus ditegakkan tanpa pandang bulu, dan kebenaran tidak boleh ditutup-tutupi," tulis akun @abad_oghie13.

"Belum pulih luka kami dari Affan Kurniawan yang meninggal karena dilindas mobil saat mencari nafkah saat demo 28 Agustus. Gamma yang ditembak setelah dituduh tawuran, Zahra mahasiswi Lambung Mangkurat yang meninggal karena dicekik polisi, hingga Afif Maulana bocah yang tewas karena kelalaian polisi," imbuhnya.

Baca Juga: Tanggapi Kasus Oknum Brimob Aniaya Siswa MTs hingga Tewas di Tual, Yusril Ihza Mahendra: Wajib Dihukum Jika Melanggar

Mulai dari kasus Afwan Kurniawan hingga Arianto Tawakal, tagar "viral for justice" hingga "Keadilan yang dirindukan" menggema di media sosial untuk menyuarakan keadilan bagi para korban kekerasan.

"Anak memiliki hak untuk hidup, tumbuh dan terbebas dari segala bentuk kekerasan. Hak hidup tersebut bahkan dijamin dalam UUD 1945 tentang Hak Asasi Manusia dan Undang Undang Perlindungan Anak dan diperkuat melalui pengawasan lembaga seperti KPAI," tulis akun Instagram @hellochildren.

"Ketika dugaan kekerasan justru melibatkan aparat negara, yang dipertaruhkan bukan hanya soal keadilan hukum, tetapi juga rasa percaya kita terhadap sistem yang seharusnya menjadi pelindung mereka," pungkasnya.

Terbaru, Kapolda Maluku memberikan sanksi berupa pemberhentian secaa tidak hormat (PTDH) kepada Bripda MS yang diduga telah melakukan kekerasan hingga berujung pada penghilangan nyawa Arianto Tawakal.

Tindakan Bripda MS dinilai sebagai pelanggaran berat yang menodai marwah institusi dan dijerat pasal berlapis tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Instagram @bintangemon

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X