Isu yang semula hanya membahas etika konser kini berkembang menjadi diskursus tentang rasisme, hierarki budaya, yang bisa merusak citra bangsa. Di tengah derasnya arus digital, satu komentar negatif bisa berdampak besar pada hubungan antar negara.
Perseteruan SEAblings vs Knetz pun menjadi contoh nyata bagaimana ruang media sosial dapat berubah menjadi arena pertarungan reputasi global.
Seperti yang disinggung Rhenald Kasali, daya tarik sebuah bangsa tidak hanya dibangun dari karya dan budayanya, tetapi juga dari sikap warganya dalam berinteraksi dengan negara lain.
Fenomena SEAblings vs Korea Selatan ini juga bisa menjadi peringatan bagi Indonesia untuk lebih berhati-hati dan lebih bijak dalam bermedia sosial.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Indonesia Jadi Bahan Rasisme Warga Negara Asing Korea Selatan di Forum Online, Ini yang Mereka Katakan!
Carmen yang Bakal Debut di SM Entertainment Mendadak Diklaim Malaysia, 5 Artis Indonesia Ini Ternyata Juga Pernah Diklaim dari Negeri Jiran
Carmen Sukses Curi Perhatian Publik, Gadis Indonesia Pertama yang Debut di SM Entertainment Ternyata Punya Peran Penting di Hearts2Hearts
Berapa Biaya Operasi Plastik di Korea Selatan, Artis Ini Sebut Angka Fantastis untuk Prosedur Kecantikan, Capai Ratusan Juta Rupiah?
Animasi Jumbo Tembus Korea Selatan, Bukti Karya Anak Bangsa Makin Diperhitungkan Global
Jadi Sorotan Media Asing, Inilah Beragam Tradisi Unik Perayaan Imlek di Indonesia, Semarak Tahun Baru China dengan Akulturasi Budaya yang Penuh Makna