Kamis, 4 Juni 2026

Togap MCI Masak untuk Korban Banjir Aceh Tamiang, Cerita Langsung dari Lokasi yang Masih Dipenuhi Lumpur dan Puing Rumah

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Selasa, 20 Januari 2026 | 09:00 WIB
Chef Togap membagikan pengalaman di daerah bencana. (Instagram.com/togap.mci12)
Chef Togap membagikan pengalaman di daerah bencana. (Instagram.com/togap.mci12)

SketsaNusantara.id - Dampak bencana hidrometeorologi di Sumatera masih terasa hingga awal 2026. Salah satu wilayah yang mengalami kerusakan parah adalah Aceh Tamiang. Banjir bandang dan tanah longsor meninggalkan kerusakan luas.

Kondisi pascabencana tersebut menarik perhatian sejumlah relawan. Salah satunya datang dari kalangan publik figur. Aksi kemanusiaan dilakukan dengan berbagai cara di lokasi terdampak.

Adhitogap Siregar atau Togap MCI menjadi salah satu chef yang turun langsung ke Aceh Tamiang. Ia datang bersama tim untuk memasak bagi para korban banjir. Kegiatan tersebut dibagikan melalui unggahan video di media sosial.

Baca Juga: Banjir Bandang Aceh Tamiang Tinggalkan Luka di Sawah Petani, Relawan Siapkan Skema Pemulihan Pertanian

Dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Togap memperlihatkan kondisi sekitar lokasi memasak. Area tersebut masih dipenuhi material bekas banjir. Tumpukan kayu dan lumpur terlihat di berbagai sudut.

“Jujur begitu masuk ke daerah arah masak ini, merinding karena rata semua,” ucap Togap, dikutip dari video yang diunggah pada Senin, 19 Januari 2026.

Ia juga menunjukkan dampak kerusakan rumah warga. Beberapa bangunan tertimbun lumpur dan material kayu. Sisa-sisa pohon besar tampak berada di atas bangunan rumah.

Baca Juga: Didukung BRI dan BUMN, 600 Hunian Danantara Resmi Dihuni Warga Terdampak Bencana di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang diketahui menjadi salah satu wilayah terparah di Provinsi Aceh. Bencana terjadi pada akhir November 2025. Hingga kini, pemulihan masih terus berlangsung di sejumlah titik.

Dalam kegiatan memasak tersebut, Togap menyiapkan makanan untuk para penyintas banjir. Ia membagikan momen saat warga menerima makanan yang dimasak langsung di dapur darurat. Anak-anak dan ibu-ibu tampak ikut menikmati hidangan.

Aktivitas memasak dilakukan dalam jumlah besar. Kondisi lapangan menuntut tenaga ekstra dari tim relawan. Proses memasak dilakukan di tengah cuaca panas dan keterbatasan fasilitas.

“Jujur capek, tapi capeknya hilang ketika kita lihat ibu-ibu bisa makan banyak, anak-anak bisa makan banyak. Ada yang bilang makannya mi instan terus, jujur sedih,” ujarnya.

Unggahan tersebut juga menampilkan suasana haru di lokasi. Togap terlihat menahan emosi saat membandingkan kondisinya dengan para penyintas. Banyak warga kehilangan rumah dan tempat tinggal.

Sebagian korban masih bergantung pada bantuan makanan. Aktivitas harian belum sepenuhnya kembali normal. Proses pemulihan membutuhkan waktu dan dukungan berkelanjutan.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X