Untuk itu ia mengimbau agar semua pihak, untuk tidak bersikap terlalu reaktif atau baperan terhadap hal itu.
Indro menilai bahwa selama materi tersebut berada dalam koridor pertunjukan seni berbayar, penonton memiliki hak untuk tidak setuju, namun tidak seharusnya memidanakan sang seniman.
Menurutnya, kedewasaan sebuah bangsa diukur dari bagaimana mereka menanggapi sebuah satire atau ejekan tanpa harus menggunakan instrumen kekuasaan.
Sebagai sesepuh di komunitas komedi, Indro mengaku khawatir jika kasus ini berlanjut, akan muncul ketakutan atau chilling effect bagi komika-komika muda untuk bersikap kritis terhadap keadaan sosial dan politik.
Sementara ini, kasus ini bermula ketika potongan materi Pandji dalam pertunjukan Mens Rea viral di media sosial.
Beberapa pihak menilai Pandji telah melampaui batas dengan menjadikan kekurangan fisik atau karakteristik fisik Wakil Presiden sebagai bahan olokan.
Laporan tersebut masuk ke kepolisian dengan tuduhan penghinaan terhadap simbol negara atau pencemaran nama baik melalui sarana elektronik.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Sindiran Pandji ke Gibran di Netflix Jadi Perbincangan, Mahfud MD Pastikan Tak Masuk Jerat KUHP
Hilang Lalu Muncul Kembali, Podcast Ahok dan Denny Sumargo Bahas Pilkada, Mahkamah Konstitusi, hingga Stand Up Pandji
Pandji Pragiwaksono Dilaporkan ke Polisi, Materi Stand Up Comedy 'Mens Rea' Dituding Sebarkan Fitnah hingga Dinilai Memecah Belah Bangsa
Kritik Itu Biasa! Respon Tak Terduga Gibran Usai Pandji Pragiwaksono Dilaporkan ke Polisi Gegara Stand Up Comedy 'Mens Rea', Unggahan Wapres Disorot
Panik! Pandji Pragiwaksono Minta Maaf Gegara Keliru Kaitkan Zarof Ricar dengan Kejaksaan Agung di Panggung 'Mens Rea', Begini Klarifikasinya
Plot Twist! PBNU Sebut Aliansi Muda yang Melaporkan Pandji Pragiwaksono Bukan Bagian dari NU, Gus Ulil Tekankan Hal Ini