Selama bertahun-tahun, RCTI juga rutin menayangkan film layar lebar Doraemon, yang semakin memperkaya hubungan emosional penonton dengan karakter ikonik robot kucing dari abad ke-22 itu.
Di tengah kepopuleran Doraemon, serial animasi Jepang lainnya masuk ke Indonesia mulai dari Crayon Shin-chan hingga Chibi Maruko Chan, Detective Conan dan Dragon Ball yang juga mendapat tanggapan positif dari masyarakat.
Daftar serial animasi ini jadi pilihan tontonan di Minggu Pagi yang mememberikan warna tersendiri bagi para penggemarnya.
Kepopuleran Doraemon juga mendorong industri kreatif dengan menerbitkan komik yang didistribusikan oleh Elex Media Komputindo. Komik Doraemon seketika jadi bacaan paling laris dan selalu masuk daftar best seller di Indonesia.
Namun, seiring waktu dalam beberapa tahun terakhir, RCTI sudah mulai berhenti menayangkan animasi Doraemon. Kabar berakhirnya penayangan serial ini seketika jadi viral dan jadi perbincangan hangat di media sosial.
Banyak netizen yang merasa kehilangan Doraemon. Tak hanya generasi 90-an dan milenial, serial animasi ini juga jadi tontonan lintas generasi yang meninggalkan banyak kenangan dan sulit untuk dilupakan.
Hingga kini, belum ada pernyataan dari pihak stasiun TV yang masih menimbulkan tanda tanya besar hingga muncul spekulasi di kalangan masyarakat.
Ada yang menyebut hak siar lisensi penayangan Doraemon di Indonesia telah berakhir, dan ada pula yang menduga jadwal tersebut digantikan oleh tontonan lain.
Perubahan pola konsumsi konten juga bisa jadi salah satu faktor. Penonton kini semakin banyak beralih ke layanan streaming dan platform digital yang menyediakan episode anime kapan pun mereka mau, sehingga tayangan reguler di TV menjadi kurang relevan bagi generasi masa kini.
Warganet menyayangkan jika Doraemon benar-benar menghilang dari layar kaca. Ada yang menginginkan Doraemon "hidup kembali" menghiasi layar kaca, mengingat tontonan kartun keluarga yang menghibur segala usia di TV Indonesia kian sedikit.
Meskipun serial ini bisa ditonton di platform lain dan Doraemon tak benar-benar berhenti tayang secara global, namun perubahan ini tetap dirasakan sebagai "akhir dari era", membawa kesedihan mendalam bagi para penggemar di Indonesia.
Hilangnya Doraemon dari jadwal televisi nasional memang menjadi bukti perubahan zaman. Ia bukan hanya tentang berakhirnya satu program TV, tetapi tentang berakhirnya sebuah kebiasaan masyarakat Indonesia yang sudah melekat selama lebih dari tiga dekade.
Meski Doraemon tak akan ada lagi di layar kaca Indonesia, namun kenangan akan robot kucing biru beserta kelima teman-temannya termasuk Nobita, Shizuka, Giant, Suneo dan Dekisugi itu tidak akan mudah hilang dari hati jutaan penonton Indonesia.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Menghibur Penuh Nostalgia, Shinchan dan Kekuatan Supernya Siap Mengocok Perut di Film Animasi Terbarunya!
Nggak Cuma Jumbo, 7 Film Animasi Indonesia Ini Sukses Curi Perhatian Penonton dan Panen Pujian hingga Berhasil Raih Penghargaan Internasional
Setelah Jumbo, Warkop DKI Kartun dan Panji Tengkorak Siap Ramaikan Dunia Animasi Indonesia 2025, Langsung Gaet Perhatian Publik
Pro Kontra Budget Produksi Film Animasi 'Merah Putih One For All', Hanung Bramantyo: Nggak Cukup, Men!
7 Fakta Film Animasi Battle of Surabaya yang Berlatar Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, Beneran Kisah Nyata?