SketsaNusantara.id - Serial anime legendaris, Doraemon, dikabarkan berhenti tayang di stasiun televisi RCTI setelah menemani penonton Indonesia selama lebih dari tiga dekade.
Kabar ini menjadi salah satu momen menyedihkan, terutama bagi generasi 90-an dan milenial yang tumbuh bersama Nobita, Doraemon, dan kantong ajaibnya.
Berita ini mencuat dari postingan akun X @indopopbase beberapa waktu lalu. Doraemon sudah tak lagi berada di dalam jadwal resmi RCTI dan aplikasi RCTI+ sejak akhir Desember 2025.
Diketahui stasiun TV swasta itu sudah tidak lagi menayangkan Doraeman mulai 4 Januari 2026. Doraemon yang selama ini menemani di hari Minggu pagi selama puluhan tahun akhirnya berhenti mengudara meninggalkan penggemar setianya.
"Sedih banget biasanya Minggu pagi stand by mantengin TV nonton Doraemon, sekarang udah nggak ada lagi," curhat salah satu warganet.
Tak sedikit warganet yang kembali mengenang perjalanan panjang Doraemon yang selama 35 tahun ini tayang di layar kaca Indonesia.
Berdasarkan penelusuran SketsaNusantara.id dari berbagai sumber, diketahui animasi Doraemon diadaptasi dari komik karya Fujiko Fujio yang rilis di Jepang pada tahun 1969. Serial animasinya sendiri dirilis pada tahun 1973 dan diperbarui pada tahun 1979.
Kartun Doraemon masuk ke Indonesia sekitar bulan November 1988 yang didistribusikan secara resmi melalui lisensi ADK Indonesia (sebelumnya PT Perdana IMMG Indonesia) dan Animation International Indonesia.
Berdasarkan informasi yang beredar, Doraemon masuk layar kaca Indonesia melalui saluran TVRI sejak tahun 1980-an. Namun penayangannya saat itu belum intensif seperti sekarang, dan kabarnya sempat dihentikan sementara.
Popularitas serial animasi ini mencapai puncaknya setelah diambil alih oleh RCTI pada tanggal 9 Desember 1990. Anime ini seketika jadi tontonan favorit yang rutin ditayangkan setiap hari Minggu dan sangat populer di Indonesia.
Sejak itu Doraemon bukan hanya sekadar acara televisi dan menjadi bagian tak terpisahkan dari rutinitas Minggu pagi jutaan keluarga di Indonesia.
Anak-anak menunggu petualangan Nobita dan kawan-kawan, sementara orang tua mereka ikut bernostalgia mengenang masa kecil mereka sendiri.
Serial kartun ini juga membawa pesan menyentuh tentang persahabatan dan kekeluargaan yang selalu menghibur dan mendapat respon positif di Indonesia.
Artikel Terkait
Menghibur Penuh Nostalgia, Shinchan dan Kekuatan Supernya Siap Mengocok Perut di Film Animasi Terbarunya!
Nggak Cuma Jumbo, 7 Film Animasi Indonesia Ini Sukses Curi Perhatian Penonton dan Panen Pujian hingga Berhasil Raih Penghargaan Internasional
Setelah Jumbo, Warkop DKI Kartun dan Panji Tengkorak Siap Ramaikan Dunia Animasi Indonesia 2025, Langsung Gaet Perhatian Publik
Pro Kontra Budget Produksi Film Animasi 'Merah Putih One For All', Hanung Bramantyo: Nggak Cukup, Men!
7 Fakta Film Animasi Battle of Surabaya yang Berlatar Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, Beneran Kisah Nyata?