Kamis, 4 Juni 2026

Dianggap Roasting Budaya Toraja Lewat Standup Comedy, Komika Pandji Pragiwaksono Mendapat Paket Sanksi Berat 96 Sapi dan Babi dan Uang Miliaran

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Minggu, 9 November 2025 | 17:30 WIB
Komika Pandji Pragiwaksono  (Instagram @pandji.pragiwaksono)
Komika Pandji Pragiwaksono (Instagram @pandji.pragiwaksono)

 

SketsaNusantara.id – Komika Pandji Pragiwaksono menjadi pusat perbincangan panas setelah sebuah potongan video materi standup comedy-nya.

Kali ini standup comedy nya dianggap tak lucu, justru dianggap menyinggung budaya Toraja, Sulawesi Selatan.

Akibat materi yang dianggap menghina dan menyalahi nilai-nilai sakral tersebut, Pandji menghadapi gelombang kecaman.

Baca Juga: Pandji Pragiwaksono Minta Maaf dan Siap Diproses Hukum karena Materi Stand Up yang Menyinggung Adat Toraja, Titip Pesan Ini untuk Komika Indonesia

Bukan itu saja, Pandji bahkan dituntut untuk membayar ganti rugi adat yang sangat besar oleh perwakilan masyarakat Toraja.

Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Lambe Cuap-cuap, kini Pandji mendapatkan paket sanksi yang harus ia penuhi antara lain 48 ekor, 48 babi dan uang memulihkan kehormatan senilai Rp 2 Miliar.

Materi yang menuai kontroversi tersebut diketahui merupakan bagian dari pertunjukan spesial Pandji, "Mesakke Bangsaku," yang sebenarnya telah dibawakan sejak tahun 2013. 

Baca Juga: Buntut Viralnya Video Lawas Stand Up Comedy yang Bahas Adat Pemakaman Toraja, Pandji Pragiwaksono Terancam Denda 50 Ekor Kerbau

Namun, ketika potongan videonya kembali beredar, masyarakat adat Toraja, khususnya terkait upacara pemakaman Rambu Solo’, merasa dilecehkan.

Tuntutan adat tersebut meminta Pandji Pragiwaksono untuk membayar denda berupa 48 sapi, 48 babi serta denda uang Rp 2 Miliar.

Dalam tradisi Toraja, kerbau memiliki nilai spiritual dan ekonomi yang sangat tinggi, terutama dalam pelaksanaan Rambu Solo' dan tuntutan denda ini melambangkan seriusnya pelanggaran adat yang telah dilakukan.

Selain itu, komunitas Toraja juga menuntut agar Pandji datang langsung ke Toraja untuk menyelesaikan masalah ini melalui proses hukum adat. 

Beberapa tokoh adat bahkan menyebutkan ritual tertentu, seperti Ma'rambu Langi', yang harus dijalani sebagai bentuk permintaan maaf dan pembersihan secara ritual.

Sementara itu materi stand-up yang dipermasalahkan, Pandji membahas upacara pemakaman adat Rambu Solo' dan mengaitkannya dengan dampak ekonomi yang dialami keluarga yang ditinggalkan. 

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: YouTube Lambe Cuap-cuap

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X