Kamis, 4 Juni 2026

Pandji Pragiwaksono Minta Maaf dan Siap Diproses Hukum karena Materi Stand Up yang Menyinggung Adat Toraja, Titip Pesan Ini untuk Komika Indonesia

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Rabu, 5 November 2025 | 08:30 WIB
Potret komika Pandji Pragiwaksono sampaikan permohonan maaf dan siap jalani proses hukum gegara materi stand up yang dinilai menghina adat pemakaman masyarakat Toraja (Instagram/pandji.pragiwaksono)
Potret komika Pandji Pragiwaksono sampaikan permohonan maaf dan siap jalani proses hukum gegara materi stand up yang dinilai menghina adat pemakaman masyarakat Toraja (Instagram/pandji.pragiwaksono)

"Saya menyadari bahwa joke (lelucon) yang saya buat memang ignorant (kurang pengetahuan), dan untuk itu saya ingin meminta maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Toraja yang tersinggung dan merasa dilukai," ujarnya.

Dalam unggahannya, Pandji menyebut dirinya telah berdiskusi dengan Sekjen Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN). Melalui dialog tersebut, ia tersadar betapa indah budaya Toraya yang memiliki nilai dan makna mendalam terutama dalam mengurus anggota keluarga yang telah meninggal dunia.

Menyadari hal itu, Pandji menyatakan siap menghadapi proses hukum yang berjalan baik secara adat maupun hukum negara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Saat ini ada dua proses hukum yang berjalan: proses hukum negara, karena adanya laporan ke kepolisian, dan proses hukum adat," kata Pandji.

"Saya berdialog dengan Ibu Rukka Sombolinggi, Sekjen Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN). Berdasarkan pembicaraan tersebut, penyelesaian secara adat hanya dapat dilakukan di Toraja," imbuhnya.

"Ibu Rukka bersedia menjadi fasilitator pertemuan antara saya dengan perwakilan dari 32 wilayah adat Toraja. Saya akan berusaha mengambil langkah itu. Namun bila secara waktu tidak memungkinkan, saya akan menghormati dan menjalani proses hukum negara yang berlaku," tegasnya.

Pernyataan ini menuai beragam komentar. Banyak warganet dan rekan artis yang mendukung serta memuji sikap Pandji yang berbesar hati mengakui kesalahannya.

Tak sedikit pula yang menyayangkan kejadian ini hingga menyebut viralnya materi stand up yang dibawakan Pandji 12 tahun lalu itu sebagai pengalihan isu.

"Semoga jadi pembelajaran untuk semua. Semangat Bang," tulis akun Instagram @husein_hadar milik pendakwah Habib Jafar. "Yakin semua akan selesai dengan baik mas," imbuh @felix.siauw milik ustadz Felix Siauw.

"Yang jadi pertanyaan kenapa materi 2013 baru viral 2025?? Apakah jokesnya jalan jongkok dari Jakarta? baru sampai Toraja 12 tahun berselang," komentar akun @laoderendrian.

"Anehnya cerita 2013 baru dipermasalahin 2025, dari beberapa komentar yang saya dapati, cerita itu memang menyampaikan fakta yang ada, tapi kok di pelintir begini. Curiga, ada apa ini gaes, pengalihan isu? apa lagi yang mau ditutupi?" imbuh akun @ramadhani.andikaa.

Melalui kejadian ini, Pandji belajar untuk lebih cermat dalam mempersiapkan materi stand up sehingga tak ada pihak yang merasa tersinggung dengan lawakan yang dibawakannya di atas panggung.

"Saya akan belajar dari kejadian ini, dan menjadikannya momen untuk menjadi pelawak yang lebih baik, lebih peka, lebih cermat, dan lebih peduli," tuturnya.

Tak berhenti di situ, Pandji juga menyampaikan pesan kepada para komika agar lebih berhati-hati. Menurutnya, setiap orang bebas berekspresi tanpa harus menyinggung isu SARA atau merendahkan suku, agama, ras, dan antargolongan tertentu.

"Saya juga berharap kejadian ini tidak membuat para komika berhenti mengangkat nilai dan budaya dalam karya mereka. Menurut saya, anggapan bahwa pelawak tidak boleh membicarakan SARA kurang tepat," pesannya.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Instagram @pandji.pragiwaksono

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X