Kamis, 4 Juni 2026

Produk Reza Gladys dan Shella Saukia Jadi Sorotan, BPOM Rilis Daftar Skincare Berbahaya

Photo Author
Fadila Rahmi, Sketsa Nusantara
- Senin, 4 Agustus 2025 | 15:00 WIB
Reza Gladys dan Shella Saukia terseret polemik skincare ilegal usai BPOM umumkan 34 kosmetik berbahaya. (Pexels/Linda Prebreza)
Reza Gladys dan Shella Saukia terseret polemik skincare ilegal usai BPOM umumkan 34 kosmetik berbahaya. (Pexels/Linda Prebreza)

Selain itu, Fahmi Bachmid, S.H., selaku kuasa hukum Nikita, juga mendesak BPOM untuk segera mengambil langkah tegas.

Baca Juga: Belum Kelar Dengan Nikita Mirzani, Ini 5 Fakta Reza Gladys Kini Dipolisikan 4 Orang Korban Skincare Miliknya

“Mohon BPOM turun tangan sekarang. Barang buktinya ada sama Nikita Mirzani, ada sama saya. Silakan datang ke pengadilan,” tegas Fahmi.

Menanggapi hal tersebut, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., selaku Kepala BPOM, menegaskan bahwa lembaganya akan bertindak sesuai aturan tanpa memihak siapapun.

Ia juga memastikan bahwa saat ini BPOM telah merilis produk-produk yang sudah terbukti tidak memiliki izin edar.

Baca Juga: Kehilangan Uang Hingga Rp 160 Juta dan Tutup Usaha Skincare, Chikita Meidy Ungkap Suami Terlibat Taruhan Online hingga Perselingkuhan

“Badan POM adalah lembaga negara yang tegak lurus sama aturan. Contoh, misalnya ada produk yang tidak ada nomor izin edarnya, apa yang dilakukan Badan POM adalah mengumumkan ke publik bahwa itu tidak ada izin edarnya,” tegas Prof. Taruna Ikrar.

Tak tinggal diam, Dr. Reza Gladys membantah tuduhan yang mengaitkan dirinya dengan produk ilegal tersebut.

Dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, ia menyatakan bahwa produk miliknya sudah mengantongi izin dari Kementerian Kesehatan maupun BPOM.

“Glowing Booster Cell merupakan treatment yang di framing berbahaya, padahal sudah memiliki izin dari Menkes dan BPOM,” bantah Reza dalam persidangan.

Di sisi lain, Fitri Salhuteru yang merupakan sahabat keduanya, turut memberikan tanggapan dan meminta BPOM agar tetap bersikap adil serta tidak terpengaruh opini publik.

Ia mengatakan bahwa informasi yang beredar telah diklarifikasi oleh pihak Reza dan Shella, termasuk soal status izin edar yang ditarik sejak November 2024.

“Kalau mau dikoreksi silakan. Kalau enggak juga kan kepala BPOM sudah mengatakan bahwa izin edarnya itu ditarik di bulan November,” ucap Fitri.

BPOM menegaskan bahwa langkah tegas telah dilakukan sejak tahun lalu, termasuk merilis 16 produk bermasalah pada November 2024.

Kini, jumlah tersebut bertambah dengan 34 produk baru yang diumumkan pada akhir Juli 2025.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Instagram @bpom_ri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X