Dalam video cast yang diunggah di akun Instagram Joko Anwar, disebutkan bahwa Abimana Aryasatya, aktor yang terkenal lewat film "Gundala", menjadi sebagai pemeran utama yang menandai kembalinya ke layar lebar setelah absen beberapa tahun.
Ia akan beradu akting dengan para aktor lintas generasi seperti Bront Palarae, Lukman Sardi, Tora Sudiro, Aming, Rio Dewanto, Morgan Oey, hingga Endy Arfian dan Kiki Narendra, dengan total 19 aktor pria.
Tak hanya itu, sorotan publik juga jatuh pada Magistus Miftah, wajah baru yang berhasil terpilih dari 700 peserta audisi.
Magistus berhasil memikat Joko Anwar saat proses audisi berkat kemampuan uniknya menarinya dengan sepatu hak tinggi yang diyakini akan menampilkan sentuhan berbeda dalam film ini.
3. Mengangkat Isu Sensitif di Indonesia
Seperti karya-karya Joko Anwar sebelumnya, Ghost in the Cell bukan hanya sekedar hiburan, tetapi juga menyentil isu-isu sosial yang relevan di Indonesia.
Salah satu hal yang diangkat dalam film ini adalah kerusakan alam akibat keserakahan manusia, isu yang terus muncul di pemberitaan Tanah Air belakangan ini.
"Waktu kami syuting itu terus ada beritanya setiap hari dan salah satu tema yang paling relevan itu adalah kerusakan alam karena keserakahan sebagian manusia, ini sesuai banget dengan film terbaru kami," kaya Joko Anwar dalam konferensi pers di XXI Epicentrum Kuningan, Jakarta.
Baca Juga: Kepincut Rumah Murah di Jogja, Joko Anwar Ingin Beli Seharga Rp 25 Juta, Film Horor Terbaru?
Selain itu, Joko Anwar juga mempromosikan film ini dengan menyelipkan kritik sosial melalui hashtag viral #kaburajadulu, yang mencerminkan keresahan dan ketidakpuasan masyarakat akibat kebijakan pemerintah Indonesia yang dianggap kurang pro rakyat.
Pendekatan ini menunjukkan kepiawaian Joko dalam menyisipkan kritik sosial tanpa mengurangi daya tarik hiburan.
4. Latar Belakang Penjara yang Mencekam
Joko Anwar sengaja memilih latar penjara karena ingin mengeksplorasi situasi menegangkan, di mana para karakter dalam film tidak punya pilihan untuk kabur.
Artikel Terkait
Sejarah Kece Di Balik Opening Musik Serial Nightmares and Daydreams Joko Anwar di Netflix, Netizen: Salute!
7 Fakta Menarik Serial Joko Anwar Nightmares and Daydreams yang Tayang di Netflix, Opening Musik hingga Tipe Entitas
Netizen Protes ke Joko Anwar Nightmares and Daydreams Cuma 7 Episode, Ternyata Waktu Pembuatannya Gak Kaleng-Kaleng
Film Siksa Kubur Tayang di Netflix, Joko Anwar Bagikan Tips Cara Nonton dengan Sensasi Berbeda
5 Kontroversi Joko Anwar: Dari Rumah Horor hingga Aksi Nekat di Minimarket