Hal yang sama berlaku untuk dosa terkait makanan haram.
Jika seseorang ingin bertobat dari kebiasaan mengonsumsi makanan yang tidak halal, tandanya adalah ia benar-benar meninggalkan makanan haram tersebut dan hanya memilih makanan yang halal dan baik.
Dari penjelasan UAH, dapat disimpulkan bahwa tobat bukan hanya sekadar permohonan ampun, tetapi harus dibuktikan dengan perubahan perilaku.
Allah Maha Pengampun, tetapi seorang hamba juga harus menunjukkan kesungguhannya dalam meninggalkan dosa dan menjalani kehidupan yang lebih baik.
Oleh karena itu, jika ingin tobat kita diterima, pastikan bahwa tidak akan lagi mengulangi kesalahan yang sama.
Mari jadikan tobat sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih soleh.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!