religi

Berhentilah Berbuat Dosa! Ini Ciri Tobatmu Diterima Allah Menurut Ustadz Adi Hidayat

Sabtu, 15 Februari 2025 | 05:00 WIB
Ustadz Adi Hidayat jelaskan tanda tobat diterima Allah SWT. (Instagram @allah.dihati)

SketsaNusantara.id - Tidak ada manusia yang luput dari dosa. Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan dalam hidupnya.

Namun, yang membedakan adalah bagaimana seseorang menyikapi dosa yang telah diperbuat.

Seorang hamba yang baik akan segera menyadari kesalahannya dan bertobat kepada Allah SWT. Tobat bukan hanya sekadar penyesalan di dalam hati, tetapi juga harus diiringi dengan perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Kunci agar Doa Cepat Dikabulkan, Cobalah Amalan dari Ustadz Adi Hidayat yang Belum Tentu Bisa Dilakukan Setiap Orang

Namun, bagaimana kita bisa tahu bahwa tobat yang dilakukan benar-benar diterima oleh Allah?

Ustadz Adi Hidayat (UAH) mengungkapkan ciri-ciri seseorang yang tobatnya diterima oleh Allah SWT.

Menurut UAH, salah satu tanda utama bahwa dosa seseorang telah diampuni adalah ia tidak lagi mengulangi perbuatan buruk yang pernah dilakukannya. Sebaliknya, ia berubah menjadi pribadi yang lebih baik dan semakin mendekatkan diri kepada Allah.

Baca Juga: Hati-Hati Dosa Besar, Percaya dengan Shio dan Ramalan Sama dengan Syirik! Ini Penjelasan Ustadz Adi Hidayat

“Jadi ciri orang yang diampuni itu, perbuatan salahnya hilang, sholehnya muncul,” jelas UAH dalam sebuah kajian yang dikutip SketsaNusantara.id dari YouTube Short @nasihatpendek2023.

Artinya, tobat sejati bukan hanya sekadar meminta ampun, tetapi juga menunjukkan perubahan nyata dalam sikap dan perilaku.

UAH memberikan contoh tentang dosa yang sering dilakukan dengan lisan.

Baca Juga: Takjub! Irfan Hakim Bahagia Lihat Burung Peliharannya Tenang Menyambut Ustad Adi Hidayat Saat Berkunjung ke Aviary, Bikin Merinding Gegara Ini

Jika seseorang memiliki kebiasaan berkata kasar, menyebar fitnah, atau berdusta, tanda bahwa dosanya telah diampuni adalah ketika ia berhenti melakukan kebiasaan buruk itu dan menggantinya dengan perkataan yang baik dan penuh hikmah.

“Lisan itu kurang baik, bagaimana diampuni dosa lisan? Berubahlah tampilan lisan ini dengan berkata yang baik dan ditinggalkan yang tidak baik yang sebelumnya dilakukan,” lanjutnya.

Halaman:

Tags

Terkini