SketsaNusantara.id - Salah satu pertanyaan yang sering muncul setelah malam Nisfu Sya’ban yakni perihal membayar hutang puasa Ramadhan.
Pertanyaan ini sering muncul lantaran adanya hadist yang menyebutkan larangan puasa setelah Nisfu Sya’ban.
Hadist yang diriwayatkan Abu Hurairah tersebut menyebutkan sabda Rasulullah SAW yang melarang berpuasa setelah memasuki pertengahan bulan Sya’ban.
Pertanyaan ini juga pernah dilontarkan salah seorang jamaah pengajian ustadz Abdul Somad.
Dalam potongan video ceramah yang diunggah akun TikTok @masra3589, ustadz Abdul Somad menjelaskan, terdapat 2 pandangan terkait hadist tersebut.
Ulama yang akrab disapa UAS ini menjelaskan keduanya, bahwa seseorang yang tidak terbiasa puasa sunnah, dilarang puasa setelah Nisfu Sya’ban.
“Tak boleh puasa sunnah bagi yang tak biasa puasa sunnah,” tuturnya seperti dikutip oleh SketsaNusantara.id.
Sementara itu, bagi orang yang terbiasa puasa sunnah seperti puasa senin dan kamis, boleh tetap berpuasa setelah pertengahan bulan Sya’ban.
“Tapi ibu yang biasa puasa senin kamis, lewat 15 Sya’ban boleh,” tutur ustadz Abdul Somad lagi.
Lantas, apakah boleh membayar hutang puasa Ramadhan setelah tanggal 15 Sya’ban?