SketsaNusantara.id - Dakwah Islam di Nusantara tidak hanya dilakukan oleh Wali Songo. Ada pula Wali Nukbah, kelompok ulama yang turut menyebarkan ajaran Islam di berbagai wilayah.
Keberadaan Wali Nukbah disebut dalam Serat Walisana sebagai bagian dari jaringan ulama yang jumlahnya lebih banyak daripada Wali Songo.
Mereka berperan sebagai penerus, wakil, atau pengganti dalam misi dakwah.
Salah satu tokoh yang dianggap sebagai bagian dari Wali Nukbah adalah Raden Patah, pendiri Kesultanan Demak.
Meskipun bukan anggota Wali Songo, ia memainkan peran penting dalam penyebaran Islam.
Dalam sejarah Islam di Jawa, Wali Nukbah memiliki pengaruh yang kuat dalam perkembangan tradisi keagamaan, hukum Islam, serta seni dan sastra yang berkembang di era kerajaan-kerajaan Islam awal.
Serat Walisana menyebutkan bahwa Wali Nukbah tersebar di berbagai daerah dan terdiri dari tokoh-tokoh yang berperan penting dalam dakwah Islam.
Baca Juga: 4 Keluarga Islam di Nusantara Sebelum Dakwah Wali Songo, Tersebar dari Pulau Sumatera hingga Jawa
Dikutip SketsaNusantara.id dari Atlas Wali Songo yang ditulis KH Agus Sunyoto, daftar nama tokoh Wali Nukbah yang tercatat dalam Serat Walisana, pada pupuh XXIX, langgam Asmaradhana bait 10-13, disebutkan sejumlah nama:
“Kang nututi ambek wali/ Anenggih Sunan Tembayat/ lan Sunan Giri Parepen/ Sunan Kudus kelawan/ Sultan Syah ‘Alim Akbar/ Pangeran Wijil Kadilangu/ Kalawan Kewangga// Ki Gede Kenanga Pengging/ malihe Pangeran Konang/lawan Pangeran Cirebon/ lan Pangeran Karanggayam/ myang Ki Ageng Sesela/tuwin Sang Pangeran Panggung/ Pangeran ing Surapringga// lan Kyai Juru Martani/ ing Giring myang Pamanahan, Buyut Ngerang Sabrang Kulon/ lan Ki Gede Wanasaba/ Panembahan Palembang/ Ki Buyut ing Banyubiru/ lawan Ki Ageng Majastra// Malihi Ki Ageng Gribig/ Ki Ageng ing Karotangan/ Ki Ageng ing Toya Jene/ lan Ki Ageng Tuja Reka/ pamungkas Wali-Raja, nenggih Kanjeng Sultan Agung/ kasebut Wali Nubuwat//"
Baca Juga: Tak Hidup 1 Zaman, Ternyata Wali Songo Terbagi 6 Angkatan, Ada Syekh Subakir
Istilah "nukbah" berasal dari bahasa Arab "nawbah" yang berarti wakil atau pengganti. Ini menunjukkan bahwa mereka adalah penerus dari Wali Songo yang tetap melanjutkan misi Islamisasi di Nusantara.
Dalam daftar tokoh Wali Nukbah, Raden Patah disebut dua kali dengan gelar berbeda yakni Sultan Syah Alim Akbar dan Panembahan Palembang.