religi

Benarkah Umur 40 Tahun Menentukan Kesuksesan Manusia? Buya Yahya Membongkar Mitos Garis Nasib dan Usia Manusia

Senin, 23 Desember 2024 | 05:00 WIB
Ilustrasi, mitos usia 40 tahun dibongkar oleh Buya Yahya. (Pexels.com/Cup of Couple)

SketsaNusantara.id - Sebagian masyarakat meyakini bahwa usia 40 tahun menjadi penentu dari nasibnya di dunia dan akhirat.

Tidak sedikit yang mempercayai bahwa angka usia tersebut menjadi semacam tolok ukur untuk melihat bagaimana nanti nasibnya nanti.

Anggapan semacam itu tentu memunculkan pertanyaan, apa benar nasib seseorang itu ditentukan saat ia mulai berusia 40 tahun?

Baca Juga: Datang Terlambat, Viral Paspampres Usir Jamaah Shaf Depan Sholat Jumat untuk Diisi Rombongan Gibran, Buya Yahya: Wah Ini...

Benarkah jika saat berusia 40 tahun orang itu belum sukses secara dunia, ia tidak akan mencapai sukses selamanya.

Begitu juga dengan urusan akhiratnya. Jika seseorang sudah berusia 40 tahun tetapi masih belum beres ibadahnya, apakah ia akan jadi orang yang merugi?

Buya Yahya menegaskan bahwa tidak pernah ada ketentuan semacam itu dari Allah SWT. Justru, setiap nasib kehidupan manusia sudah ditentukan semenjak di alam ruh dan hanya Allah SWT yang mengetahuinya.

Baca Juga: Cuma 2, Ini Amalan yang Dicintai Allah SWT, Buya Yahya: Ibadah Lain Akan Mudah Ditunaikan

"Tidak. Tidak ada ketentuan seperti itu. Yang jelas ketentuan Anda adalah di alam ruh waktu itu. Kehidupan Anda sudah ditentukan oleh Allah, kita tinggal menjalani. Anak-anak Anda bakal sukses, Anda belum tahu tetapi Allah sudah tahu," kata Buya Yahya, dikutip SketsaNusantara.id dari video kanal Youtube Al-Bahjah TV yang diunggah 8 November 2023.

Allah SWT telah menentukan semua ciptaannya termasuk nasibnya masing-masing. Tugas dari manusia hanyalah menjalani segala ketentuan dari Allah SWT dan tidak boleh sok tahu.

Baca Juga: Awas, Hal Sepele Ini tapi Bisa Menghilangkan 2 per 3 Iman! Buya Yahya: Tawadhu dengan...

"Itu kan rahasia Allah yang tahu. Yang nggak boleh kita sok tahu," lanjut Buya Yahya.

Kepercayaan itu pun berkembang menjadi semacam mitos yang berdampak ke pola pikir sebagian masyarakat. Pasalnya, ketika seseorang sudah mencapai usia 40 tahun dan merasa belum baik urusan agamanya, ia bisa semakin berputus asa.

Buya Yahya juga menjelaskan bahwa angka tersebut yang biasanya dijelaskan oleh para ulama adalah sebagai patokan evaluasi.

Halaman:

Tags

Terkini