Beberapa ulama menyatakan bahwa jika konten tersebut memperlihatkan sesuatu yang dilarang dalam Islam, seperti aurat yang terbuka, maka dosa bisa saja terus mengalir, tergantung pada niat awal pembuatannya dan sejauh mana konten itu berdampak negatif pada orang lain.
Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Ainul Hayat, Ustad Abdul Somad menyebut ada beberapa foto yang tersebar ke publik seperti foto dalam ijazah misalnya tidak terlalu dipermasalahkan dan masih wajar penggunaannya.
Baca Juga: Profil Nadia Rasya Mantan Marselino Ferdinan, Cinta Lama yang Belum Selesai di Mata Netizen?
"Ada foto ijazah umpamanya yang hanya memperlihatkan wajah wanita dengan rambutnya belum berhijab itu tidak terlalu dipermasalahkan karena yang diperhatikan biasanya nama, jurusan tahun kelulusan dan IPK misalnya, jadi gak masalah," tuturnya.
Namun, Ustad Abdul Somad juga menyarankan bagi artis atau publik figur yang sudah berhijab dan menutup aurat untuk istiqomah dan tidak lagi menerima royalti dari penayangan ulang film atau sinetron yang memperlihatkan auratnya.
"Jika ada artis yang fotonya misal waktu jadi model ditayangkan lagi, atau sinetron, film yang memperlihatkan auratnya lah itu baru tidak disarankan. Jangan terima lagi keuntungan atau profit dari situ karena sudah bertaubat, supaya Allah meridhoi jalannya taubat artis tersebut," pungkas Ustad Abdul Somad.
Begitu pula dengan Ustad Adi Hidayat yang menyarankan siapapun termasuk artis yang sudah berhijrah untuk tidak lagi memperlihatkan auratnya dan mencari jalab lain untuk mencari rezeki.
"Orang kalau mau taubat itu banyak sekali godaannya. Mau istiqomah pasti ada ujiannya. Maka, janganlah takut rezeki anda hilang setelah bertaubat, insya allah akan digantikan dengan yang lebih baik dan lebih berkah," tuturnya.
Islam juga mengajarkan bahwa taubat dapat menghapus dosa. Dalam Al-Qur'an disebutkan dalam Surat At Taubah ayat 104 yang artinya:
"Sesungguhnya Allah menerima taubat hamba-Nya yang bertaubat dan memaafkan kesalahan-kesalahan."(QS. At-Taubah: 104).
Dengan demikian, jika seseorang sudah bertobat dengan sungguh-sungguh istiqomah dan tidak lagi ingin terlibat dalam perbuatan dosa, maka Allah Maha Pengampun akan memberikan ampunan dan dijauhkannya dari hal-hal buruk.
Dalam hal ini, upaya yang dilakukan Mega Aulia untuk mengajukan permohonan resmi kepada pihak-pihak terkait untuk menghentikan penayangan sinetron tersebut sudah tepat.
Langkah Mega Aulia mencerminkan kesungguhan dalam bertaubat. Selain itu, dengan memperbanyak amal kebaikan dan doa kepada Allah juga menjadi cara untuk menutupi dosa masa lalu.
Mega Aulia menjadi contoh bahwa, kita diajarkan untuk berprasangka baik kepada Allah dan terus berbuat baik, memperbaiki diri, agar mendapati akhir yang baik di akhirat kelak.***