religi

Sudah Mantap Berhijrah, Mega Aulia Tak Ingin Sinetron Lamanya Diputar Kembali, Benarkah akan Jadi Dosa Jariyah? Begini Penjelasan Para Ulama

Kamis, 21 November 2024 | 11:00 WIB
Potret aktris Mega Aulia, yang kini mulai berhijrah dan tak ingin sinetronnya ditayangkan ulang karena akan jadi dosa jariyah. (Instagram/tehmegaaulia)

 

SketsaNusantara.id - Aktris Mega Aulia baru-baru ini mencuri perhatian publik setelah mengunggah video berisi curahan hati dan permintaan agar sinetron yang pernah dibintanginya tidak diputar ulang.

Dalam video yang diunggah di akun Instagram @tehmegaaulia, Mega yang kini telah berhijrah dan mengenakan hijab memohon pada semua pihak untuk tidak memutar ulang kembali sinetron yang memperlihatkan auratnya.

"Mega memohon kepada semua pihak apalagi sinteron yang dulu menampilkan saya saat belum menutup aurat, tolong jangan ditayangin lagi. Itu Dosa. Saya sekarang sudah hijarh, sudah taubat. Mohon jangan diputar terus, kasihan orang tua saya yang sudah dalam kubur," kata Mega dalam video yang diunggah di akun Instagram @tehmegaaulia pada hari Rabu, 20 November 2024.

Baca Juga: Bukan cuma Sheila Dara, Suami Yura Yunita Juga Lupa Sebut Istri saat Berpidato di FFI 2024 Usai Terima Piala Citra

Mega yang sudah hijrah dan sungguh-sungguh ingin memperbaiki diri setelah bertaubat tak ingin sinetron yang ia perankan di masa lalu akan berdampak pada orang tua dan keluarganya karena jadi dosa jariyah yang terus mengalir bahkan hingga ia berada di alam kubur.

Lantas, benarkah foto dan video ketika tidak menutup aurat yang tersebar dan terlihat orang lain bisa menjadi dosa di akhirat?

Pertanyaan ini juga pernah dibahas oleh beberapa ulama termasuk Ustad Abdul Somad dan Ustad Adi Hidayat.

Baca Juga: Reaksi Pak Muh saat Tiba-Tiba Di-notice Pemain Timnas Indonesia Maarten Paes, Fadil Jaidi: Aku Nggak Tau Papa Bikin Video Ini…

Dalam Islam, dosa jariyah mengacu pada dosa yang terus mengalir kepada seseorang akibat perbuatan buruknya yang memberikan dampak negatif kepada orang lain, bahkan setelah ia meninggal dunia.

Dosa jariyah dapat timbul dari warisan perbuatan buruk yang terus dilakukan atau ditiru oleh orang lain.

Sebagai contoh, jika seseorang memproduksi konten yang mengajak pada keburukan, maka dosa dari orang-orang yang terpengaruh oleh konten tersebut dapat terus mengalir kepadanya.

Baca Juga: Raih Penghargaan Pemeran Pendukung Terbaik FFI 2024, Sheila Dara Hampir Lupa Suami saat Terima Piala Citra

Jejak digital, seperti sinetron atau video lama yang menunjukkan aurat, memang bisa menjadi perdebatan dalam konteks dosa jariyah.

Halaman:

Tags

Terkini