SketsaNusantara.id - Aktris Mega Aulia baru-baru ini mencuri perhatian publik setelah mengunggah video berisi curahan hati dan permintaan agar sinetron yang pernah dibintanginya tidak diputar ulang.
Dalam video yang diunggah di akun Instagram @tehmegaaulia, Mega yang kini telah berhijrah dan mengenakan hijab memohon pada semua pihak untuk tidak memutar ulang kembali sinetron yang memperlihatkan auratnya.
"Mega memohon kepada semua pihak apalagi sinteron yang dulu menampilkan saya saat belum menutup aurat, tolong jangan ditayangin lagi. Itu Dosa. Saya sekarang sudah hijarh, sudah taubat. Mohon jangan diputar terus, kasihan orang tua saya yang sudah dalam kubur," kata Mega dalam video yang diunggah di akun Instagram @tehmegaaulia pada hari Rabu, 20 November 2024.
Mega yang sudah hijrah dan sungguh-sungguh ingin memperbaiki diri setelah bertaubat tak ingin sinetron yang ia perankan di masa lalu akan berdampak pada orang tua dan keluarganya karena jadi dosa jariyah yang terus mengalir bahkan hingga ia berada di alam kubur.
Lantas, benarkah foto dan video ketika tidak menutup aurat yang tersebar dan terlihat orang lain bisa menjadi dosa di akhirat?
Pertanyaan ini juga pernah dibahas oleh beberapa ulama termasuk Ustad Abdul Somad dan Ustad Adi Hidayat.
Dalam Islam, dosa jariyah mengacu pada dosa yang terus mengalir kepada seseorang akibat perbuatan buruknya yang memberikan dampak negatif kepada orang lain, bahkan setelah ia meninggal dunia.
Dosa jariyah dapat timbul dari warisan perbuatan buruk yang terus dilakukan atau ditiru oleh orang lain.
Sebagai contoh, jika seseorang memproduksi konten yang mengajak pada keburukan, maka dosa dari orang-orang yang terpengaruh oleh konten tersebut dapat terus mengalir kepadanya.
Jejak digital, seperti sinetron atau video lama yang menunjukkan aurat, memang bisa menjadi perdebatan dalam konteks dosa jariyah.