religi

Fajar Sadboy Berasa Jadi Mualaf Usai Sunat 2 Kali, Bagaimana Khitan yang Sah Menurut Islam? Begini Penjelasan Habib Jafar

Rabu, 20 November 2024 | 08:00 WIB
Potret Fajar Sadboy yang menyebut dirinya pernah disunat dua kali hingga dikira mualaf. (Tangkapan Layar YouTube NOICE)

Dilansir SketsaNusantara.id dari laman resmi Kementerian Agama atau Kemenag RI, tidak ada ketentuan khusus tentang metode khitan yang sah dalam Islam.

Baca Juga: Heboh Habib Jafar Mendadak Posting Foto Lagi Dirawat di Rumah Sakit, Bikin Khawatir Netizen: Sakit Apa?

Kemenag menyebut bahwa khitan merupakan proses memotong kulit yang menutupi kepala zakar bagi laki-laki, atau memotong daging yang menonjol diatas vagina, disebut juga dengan klitoris bagi wanita.

Asalkan proses tersebut dilakukan sesuai tujuan, yakni menghilangkan kulit penutup kepala kemaluan (kulup) untuk menjaga kebersihan dan mempermudah ibadah seperti bersuci, maka prosedur khitan yang dilakukan oleh dokter ataupun praktisi tradisional tetap sah selama memenuhi syarat ini.

Habib Jafar menanggapi pernyataan Fajar dengan menyebut bahwa sunat adalah bagian dari fitrah manusia dan sudah menjadi kewajiban dalam Islam bagi laki-laki yang akil baligh.

Baca Juga: Habib Jafar Bikin Salfok saat ke Daegu Korea Selatan Jelang Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Mau Ajak BTS Log In?

Namun, menjadi muslim tidak hanya ditentukan oleh khitan. Fajar juga harus memahami makna dua kalimat syahadat sebagai inti dari keimanan dalam Islam.

Sunat yang dialami Fajar pada usia 11 tahun oleh dokter dianggap sebagai proses lanjutan setelah sebelumnya dilakukan secara tradisional.

Meski ada perbedaan teknis, kedua prosedur tersebut sah selama memenuhi tujuan syariat dan bukan berarti Fajar Sadboy sebelumnya adalah mualaf karena sedari awal ia dilahirkan dalam keluarga Islam.

Pengakuan Fajar ini mengingatkan kita pada pentingnya memahami makna mendalam di balik khitan atau sunat sebagai ritual atau kegiatan yang memiliki makna kegamaan, yang berkaitan dengan kehidupan sosial dan budaya dalam masyarakat sekitar.

Selain simbol fisik, khitan juga menjadi tanda awal perjalanan spiritual seorang muslim yang harus dijalani dengan niat menaati perintah Allah untuk menjaga kebersihan dan kesehatan diri sebagai bagian dari fitrah seorang muslim.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!

Halaman:

Tags

Terkini