Saat itu, Nabi Muhammad SAW tidak membantah atau memarahi Aisyah, justru sebaliknya.
Baca Juga: Mau Umur Panjang dan Kebal Santet? Cobalah 2 Amalan Ijazah Kyai Abdullah Faqih
Rasul dengan tenang memunguti pecahan piring tersebut dan menyajikan kembali makanan yang masih bersih.
Bukan hanya itu, Rasulullah juga mengatakan kepada para tamu bahwa sang istri sedang marah dan meminta maaf karenanya.
“Nabi hanya melakukan hal yang sangat indah, Beliau mengatakan kepada para tamu maaf, ibu kalian sedang marah,” tutur ustadz Salim A Fillah.
Baca Juga: Amalan Sunan Ampel, Kyai Hasyim Asy'ari, hingga Gus Dur untuk Pembuka Aliran Rezeki yang Deras
Rupanya hal yang dilakukan Nabi ketika menghadapi istri yang marah yakni terdiam.
“Beliau hanya terdiam ketika istrinya sedang marah,” tandas ustadz Salim A Fillah lagi.
Ulama asal Yogyakarta itu menjelaskan bahwa ada hal penting yang perlu diperhatikan para suami ketika istri marah.
“Sesungguhnya segala yang dia ucapkan bukanlah satu fakta, bukanlah satu kenyataan, itu hanya opini, dan opini seorang wanita sangat cepat berubah,” ungkap ustadz Salim A. Fillah lagi.
Ia juga menambahkan bahwasanya saat marah, perasaan wanita sangat tidak stabil.
Dan itulah salah satu akhlak yang dicontohkan Rasulullah SAW yang bisa diteladani para suami dalam menghadapi istri yang marah.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!