SketsaNusantara.id - Bagaimana menjelaskan fenomena orang yang rajin sholat tetapi ternyata melakukan kejahatan seperti korupsi?
Tak sedikit pula fenomena di masyarakat, ketika orang yang kesehariannya rajin menjalankan sholat tetapi sangat mudah melisankan hal-hal kotor.
Begitu juga dengan mereka yang dengan mudahnya menyakiti orang lain, padahal sehar-hari rajin menjalankan ibadah.
Baca Juga: Cara Mudah agar Jiwa Selalu Tenang, Fahruddin Faiz Bongkar Rahasia dari Istiqomah
Doktor Fahruddin Faiz dari Bidang Aqidah dan Filsafat Islam UIN Sunan Kalijaga memberikan penjelasan yang sangat mudah dipahami.
Menurutnya, jika ada orang yang sholat tetapi melakukan korupsi, berarti dia tidak benar-benar menjalankan sholat.
"Sholat kok korupsi? Berarti ndak sholat. Sholat kok masih mudah maki-maki, berarti belum sholat. Sholat kok masih gampang menyakiti orang, berarti belum sholat," kata Fahruddin, dikutip SketsaNusantara.id dari video shorts Youtube @mepetproduction.
Baca Juga: Cara Bahagia Menurut Fahruddin Faiz, Tidak Mudah tetapi Bukan Hal yang Mustahil
Fahruddin pun menjabarkan fenomena orang yang sering ibadah tetapi masih melakukan kejahatan berdasarkan pandangan Syekh Siti Jenar dan Sunan Kalijaga.
Orang semacam itu menurut Syekh Siti Jenar adalah orang yang palsu.
"Kalau istilahnya Syekh Siti Jenar itu, palson kabeh, palsu semua," jelasnya.
Baca Juga: 2 Kunci Kebahagiaan Menurut Fahruddin Faiz agar Hidup Tak Sering Gelisah
Sedangkan menurut Sunan Kalijaga, orang semacam itu adalah orang yang kosong.
"Kalau di Suluk Sunan Kalijaga itu kosong saja, seolah-olah isi tapi hakikatnya kosong. Kayak wadah ndak ada isinya," ujar Fahruddin.