religi

Jejak Batik dalam Penyebaran Islam di Indonesia, Jadi Alat Dakwah KH Ahmad Dahlan hingga Lahir Motif Arab Gundul

Rabu, 2 Oktober 2024 | 05:00 WIB
Batik sebagai media dakwah Islam (Pexel/Ikhsanico Henda Pratama)

 

SketsaNusantara.id - UNESCO menetapkan batik sebagai warisan budaya tak benda milik Indonesia.

Penetapan ini melahirkan Hari Batik Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Oktober.

Batik menjadi budaya yang sudah melekat dalam tradisi dan keseharian masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Bukti Batik Asli dari Indonesia bukan Malaysia atau Tiongkok, Salah Satunya Sudah Diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya

Walau batik merupakan salah satu budaya pakaian, namun batik juga pernah digunakan sebagai media dakwah.

Penggunaan batik sebagai media dakwah khususnya di Pulau Jawa, dimulai saat berdirinya Kerajaan Islam pertama, Kerajaan Demak.

Batik juga disebarluaskan oleh Wali Songo, ulama penyebar agama Islam di Pulau Jawa.

Baca Juga: Kenapa Dapat Julukan Mbah Sholeh Darat? Ternyata Ulama Guru KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy'ari Ini Dakwah di...

Setelah berdirinya Kerajaan Islam Mataram, Kesultanan Yogyakarta dan Kesultanan Surakarta, batik menjadi ciri khas dari budaya masyarakat Islam waktu itu, sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id dari situs NU Online Lampung.

Penggunaan batik sebagai alat dakwah juga dilakukan oleh KH. Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah.

Dalam setiap dakwahnya, KH Ahmad Dahlan selalu mengenakan sarung batik.

Baca Juga: Mengenal Pusaka Badhong Sunan Cirebon dalam Sejarah Penyebaran Islam Wali Songo di Tanah Jawa, Punya Keistimewaan Luar Biasa!

Para santri pengikut KH Ahmad Dahlan juga melakukan hal serupa yakni mengenakan blankon batik.

Halaman:

Tags

Terkini