SketsaNusantara.id - UNESCO menetapkan batik sebagai warisan budaya tak benda milik Indonesia.
Penetapan ini melahirkan Hari Batik Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Oktober.
Batik menjadi budaya yang sudah melekat dalam tradisi dan keseharian masyarakat Indonesia.
Walau batik merupakan salah satu budaya pakaian, namun batik juga pernah digunakan sebagai media dakwah.
Penggunaan batik sebagai media dakwah khususnya di Pulau Jawa, dimulai saat berdirinya Kerajaan Islam pertama, Kerajaan Demak.
Batik juga disebarluaskan oleh Wali Songo, ulama penyebar agama Islam di Pulau Jawa.
Setelah berdirinya Kerajaan Islam Mataram, Kesultanan Yogyakarta dan Kesultanan Surakarta, batik menjadi ciri khas dari budaya masyarakat Islam waktu itu, sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id dari situs NU Online Lampung.
Penggunaan batik sebagai alat dakwah juga dilakukan oleh KH. Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah.
Dalam setiap dakwahnya, KH Ahmad Dahlan selalu mengenakan sarung batik.
Para santri pengikut KH Ahmad Dahlan juga melakukan hal serupa yakni mengenakan blankon batik.