SketsaNusantara.id - KH Douglas Toha Yahya atau akrab disapa Gus Lik telah meninggal dunia pada Sabtu 21 September 2024 lalu.
Namun, kesan dan ajaran Gus Lik masih terus melekat di benak ribuan jamaahnya.
Pengasuh pondok pesantren Assa'idiyyah, Jamsaren Kediri ini rutin menggelar majelis di daerahnya.
Baca Juga: 4 Keutaman Ini Dapat Diraih dengan Istighfar di Waktu Subuh, Ustadz Adi Hidayat Beberkan Faktanya
Tak kurang dari ribuan jamaah selalu memadati Jalan Hos Cokroaminoto, Jamsaren, Kediri untuk 'nyantri' di Pengajian Malam Jumat (PMJ).
PMJ juga dikenal dengan sebutan Pengajian Langgar Kulon, lantaran lokasi Gus Lik memimpin pengajian berada di sebuah langgar sebelah Barat di kompleks Ponpes Assa’idiyyah Jamsaren.
Awalnya, jumlah jamaah yang ikut hanya sekitaran pondok saja. Namun, lambat laun, pengunjung semakin membludak mencapai ribuan.
Baca Juga: Sering Gelisah dan Kerap Menanggung Beban? Bacalah Amalan Dzikir dari Rasulullah SAW
Dinas Perhubungan kota Kediri bahkan sampai melakukan pengalihan jalur setiap pengajian berlangsung akibat banyaknya jamaah yang hadir dari berbagai kota.
Pasca meninggalnya Gus Lik, pihak keluarga memutuskan akan tetap menggelar PMJ seperti biasanya.
Kabar tersebut disampaikan KH Anwar Iskandar atau Gus War, kakak ipar Gus Lik sebelum pemberangkatan jenazah di Ponpes Assa’idiyyah, Ahad, 22 September 2024.
“Keluarga sepakat pengajian-pengajian yang diasuh Pak Lik akan terus dikembangkan,” kata Gus War.
Bagi para jamaah yang ingin mendengarkan PMJ yang diampu langsung oleh Gus Lik, bisa mengakses laman youtub bertajuk 'Pengajian Rutin Gus Lik Jamsaren Kediri' atau 'Pengajian Langgar Kulon'.