Buya Yahya menerangkan bahwa yang sebaiknya adalah istri hanya milik dari suami.
"Cuma kalau bertanya sebaiknya bagaimana; istrimu hanyalah milikmu saja. Boleh kau lihat kamarmu nggak pakai baju kan boleh," jelas Buya Yahya.
Namun sekali lagi, Buya Yahya juga menegaskan bahwa hal itu bukanlah keharaman dengan persyaratan soal aurat yang ditutup.
"Selagi tidak haram, tidak kita katakan haram. Bukan sebuah keharaman. Asalkan dengan baju rapi dan seterusnya," ujarnya.
Baca Juga: Ijazah Syekh Ali Jaber: Amalan Doa agar Mendapat Rezeki dan Jodoh, Bacalah Tiga Kali Sebelum…
Yang paling penting adalah jangan sampai mengesankan atau sengaja mengobral istri di medsos sehingga menjadi tontonan banyak orang.
"Cuma kalau petunjuk ya sebaiknya jangan diobral," kata Buya Yahya.
Ia mengingatkan fenomena dari sebagian masyarakat yang merasa congkak dalam beragama, yakni yang kerap menghakimi orang lain di medsos.
"Kita sering beragama itu congkak ya. Yang sudah bajunya bagus merendahkan. Yang sudah pakai penutup aurat merendahkan yang lain," kata Buya Yahya.
Kecongkakan dalam beribadah itu terlihat dari kebiasaan yang semakin merendahkan orang lain.
"Ibadah bukan menjadikan dia semakin tawadhu, semakin merendahkan orang lain. Itu congkak dalam beribadah," pungkas Buya Yahya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!