SketsaNusantara.id - Ijazah sakral dari pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, Situbondo, KHR Azaim Ibrahimy.
Kyai Azaim mengijazahkan kalimat Ya Jabbar Ya Qahhar, sebuah wirid Asmaul Husna yang memiliki makna dan kekuatan mendalam, serta diwariskan secara turun-temurun dari para ulama besar.
Ijazah ini tidak diberikan sembarangan. Ia merupakan amanah dari Syaikhona Kholil Bangkalan yang diteruskan kepada KH As'ad Syamsul Arifin, lalu disampaikan kepada pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.
Kyai Azaim menjelaskan, bahwa bacaan Ya Jabbar Ya Qahhar ini memiliki tata cara khusus yang harus diikuti dengan tepat agar dapat mengamalkan keutamaannya.
Tata cara tersebut, yang telah diajarkan oleh para ulama terdahulu, mengajarkan jamaah untuk mendawamkan bacaan ini dengan bantuan tasbih.
Dilansir SketsaNusantara.id dari akun TikTok @ajherngajiofficial638, Kyai Azaim menunjukkan bagaimana cara memegang ujung tasbih dan menariknya ke bawah sebanyak tiga kali setelah membaca Ya Jabbar dan Ya Qahhar masing-masing sebanyak 99 kali.
Gerakan ini yang menyerupai proses membersihkan daun kelor, melambangkan pembersihan kotoran spiritual dalam diri seseorang.
Menjadikan tasbih sebagai simbol dari pembersihan diri tanpa merusak kesucian dasarnya.
Ada pula tata cara alternatif, dimana tasbih diputar satu putaran penuh setelah menyelesaikan 99 kali bacaan Ya Jabbar atau Ya Qahhar.
Simbolisme ini mengingatkan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi perlu menjaga kebersihan spiritualnya tanpa mengubah dasar-dasar yang telah dibangun oleh para pendiri.