religi

Ijazah Ya Jabbar Ya Qahhar dari Kyai Azaim Ibrahimy: Amalan Penting Warisan Ulama-Ulama Besar Indonesia

Selasa, 20 Agustus 2024 | 10:00 WIB
Amalan Kyai Azaim Ibrahimy, ijazah Syaikhonan Kholil Bangkalan, ulama besar Indonesia. (X/ @maalysitubondo.)

 

SketsaNusantara.id - Ijazah sakral dari pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, Situbondo, KHR Azaim Ibrahimy.

Kyai Azaim mengijazahkan kalimat Ya Jabbar Ya Qahhar, sebuah wirid Asmaul Husna yang memiliki makna dan kekuatan mendalam, serta diwariskan secara turun-temurun dari para ulama besar.

Ijazah ini tidak diberikan sembarangan. Ia merupakan amanah dari Syaikhona Kholil Bangkalan yang diteruskan kepada KH As'ad Syamsul Arifin, lalu disampaikan kepada pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari.

Baca Juga: Warisan Ilmu Kanuragan Asma Sunan Kalijogo: Ijazah Kyai As'ad, Rahasia Kekuatan dan Kekebalan Diri dari KH Moqsith Ghazali

Kyai Azaim menjelaskan, bahwa bacaan Ya Jabbar Ya Qahhar ini memiliki tata cara khusus yang harus diikuti dengan tepat agar dapat mengamalkan keutamaannya.

Tata cara tersebut, yang telah diajarkan oleh para ulama terdahulu, mengajarkan jamaah untuk mendawamkan bacaan ini dengan bantuan tasbih.

Dilansir SketsaNusantara.id dari akun TikTok @ajherngajiofficial638, Kyai Azaim menunjukkan bagaimana cara memegang ujung tasbih dan menariknya ke bawah sebanyak tiga kali setelah membaca Ya Jabbar dan Ya Qahhar masing-masing sebanyak 99 kali.

Baca Juga: Amalan Doa untuk Anak dan Cucu dari Ijazah KH Husein Ilyas agar Selamat dari Hari Kiamat, Bacalah Doa Ini Sebanyak...

Gerakan ini yang menyerupai proses membersihkan daun kelor, melambangkan pembersihan kotoran spiritual dalam diri seseorang.

Menjadikan tasbih sebagai simbol dari pembersihan diri tanpa merusak kesucian dasarnya.

Ada pula tata cara alternatif, dimana tasbih diputar satu putaran penuh setelah menyelesaikan 99 kali bacaan Ya Jabbar atau Ya Qahhar.

Baca Juga: Amalan agar Terhindar dari Kemiskinan oleh KH Miftachul Akhyar, Singkat Padat Dibaca 100 Kali Setiap...

Simbolisme ini mengingatkan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi perlu menjaga kebersihan spiritualnya tanpa mengubah dasar-dasar yang telah dibangun oleh para pendiri.

Halaman:

Tags

Terkini