Rasulullah SAW juga selalu mendengarkan keluhan istrinya dengan sabar dan penuh perhatian sehingga istrinya akan menyikapi dengan membalas perbuatan Nabi dengan pekataan lembut dan tak akan lagi marah jika diperlakukan dengan sangat baik dan lembut seperti itu.
Pernah suatu ketika Rasulullah SAW juga mendiamkan istri-istrinya apabila ada perkataan yang menyakiti hati dan memberikan efek jera bukan dengan memukul tetapi dengan meminta istrinya memejamkan mata lalu memeluknya sambil membisikkan kata-kata "Ya Humairaku, rasa marahku telah pergi usai aku memelukmu" (HR Muslim).
Setelah membacakan amalan doa dan sikap-sikap menghadapi istri yang sedang marah mengikuti anjuran Rasulullah SAW, segera cari solusi atas masalah yang sedang dihadapi dengan berdiskusi dengan mengutarakan perasaan dari hati ke hati untuk saling memahami pasangan satu sama lain serta memperbaiki komunikasi suami dengan istri.
Baca Juga: Amalan agar Rambut Tebal: Cara Paling Mudah dan Ampuh dari Ustad Muhaizad Muhammad, Simak Baik-Baik!
Apabila terjadi pertengkaran besar dan setelah melakukan amalan tersebut tidak ditemukan solusi karena masalah yang dihadapi cukup serius, maka jangan ragu untuk meminta bantuan kepada ulama atau konselor pernikahan agar dilakukan mediasi untuk menyelesaikan konflik dalam rumah tangga.
Dengan menggabungkan amalan doa dan berbagai tindakan mencontoh dari apa yang dilakukan Rasullah SAW, diharapkan hubungan suami istri dapat menjadi lebih harmonis dan bahagia dan terhindar dari perselisihan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!