SketsaNusantara.id - KH Ahmad Asrori Al Ishaqi merupakan salah satu ulama yang namanya di kenal di Jawa Timur.
Ulama kelahiran Surabaya, 17 Agustus 1951 ini putra keempat dari KH. M. Utsman Al-Ishaqi.
Kecintaannya terhadap Al Quran membuat rutinitas dan aktivits sehari-hari tak lepas dari Kitab Allah.
Baca Juga: Amalan agar Ingatan Lebih Kuat dari Ustadz Hanan Attaki, Bacalah Khususnya Ketika Akan Ujian
Saat ini KH Ahmad Asrori Al Ishaqi merupakan tokoh pendiri Pondok Pesantren Assalafi Al-Fitrah, Kedinding, Surabaya, Jawa Timur.
Beliau terkenal sebagai seorang Mursyid Tarekat Qodiriyah wan Naqsyabandiyah.
Sebagai seorang ulama atau kyai, KH Ahmad Asrori Al Ishaqi rutin memberikan kajian atau ilmu agama kepada para jamaahnya.
Salah satu bab yang disampaikan yaitu tentang amalan doa, khususnya tentang doa pamungkas dari segala doa.
Menurut KH Ahmad Asrori Al Ishaqi, doa merupakan pengikat antara hamba dan Allah SWT.
Biasanya supaya doa lebih afdol, diucapkan sholawat sebagai bentuk pertalian nama Rasulullah SAW, kekasih Allah SWT.
KH Ahmad Asrori Al Ishaqi menyebutkan jika sholawat dilantunkan sebelum berdoa, namun setelah doa bisa ditambah amalan sebagai pamungkas.
Ijazah amalan doa pamungkas yang diberikan KH Ahmad Asrori Al Ishaqi bisa dicaba rutin atau diistiqomahkan.