religi

Tumenggung Sumodiningrat, Singo Barong Yogyakarta, Ulama Tanah Jawa yang Mulai Terlupa, Mati Mengenaskan di Tangan Lawan

Senin, 5 Agustus 2024 | 20:43 WIB
Ilustrasi - Potret Tumenggung Sumodiningrat Singo Barong Yogyakarta (Tangkap layar youtube MT Darul Hasyimi Jogja)

SketsaNusantara.id - Tumenggung Sumodiningrat namanya mungkin asing di telinga masyarakat saat ini.

Padahal sosoknya sangat berjasa dan memegang peran penting utamanya saat peristiwa Geger Spehi pada tahun 1812.

Memiliki kumis bercabang dan tatapan mata yang tajam layaknya seekor singa, kepribadianya sangat tegas serta geram saat melihat musuh.

Sayang seribu sayang, ulama tanah Jawa yang juga dijuluki sebagai Singo Barong Yogyakarta ini memiliki akhir hidup yang mengenaskan di tangan lawan.

Baca Juga: Netizen Tuduh Syahrini Tak Lahirkan Bayi Sendiri, Fotografer Persalinan Pasang Badan Jelaskan Hal Ini...

Diceritakan, saat Batavia jatuh ke tangan tentara Inggris, Jawa secara otomatis menjadi daerah jajahan Inggris juga.

Kala itu, Gubernur Jenderal Inggris di Calcuta, Lord Minto meminta Thomas Stamford Raffles untuk menjadi Gubernur Jenderal di tanah Jawa, saat itu Raffles masih berusia 30 tahun.

Keputusan Lord Minto ini mendapat pertentangan dari Sri Sultan Hamengkubuwana II.

Merasa terancam, Raffles membuat keputusan untuk mengirim pasukan menyerang keraton Yogyakarta di bawah pimpinan Kolonel Robert Rollo Gillespie.

KRT Sumodiningrat yang tidak lain adalah menantu Sultan Sepuh didapuk menjadi panglima perang keraton Yogyakarta yang hingga kini terkenal dengan istilah Geger Spehi.

Baca Juga: Ingin Cepat Punya Rumah? Praktekan Amalan Doa dari Habib Sholeh Tanggul, Istiqomah Baca Rutin Setiap Hari Agar Impian Terwujud

Sebelum berlaga di medan perang, bersama anak Sultan Hamengkubawa II atau Sultan Sepuh, Pangeran Mangkudiningrat, Sumodiningrat melatih para tentara keraton dan penduduk terpelih berlatih perang.

Tumenggung Sumodiningrat terkenal di kalangan keraton sebagai sosok yang tak gentar dan paling bersemangat dalam menumpaskan tentara Inggris dan Sepoy dari tanah Yogyakarta.

Dalam buku Geger Sepoy Sejarah Kelam Perseteruan Inggris dengan Keraton Yogyakarta karya Lilik Sumarhaji, tersebut Tumenggung Sumodiningrat memiliki darah ningrat yang tinggi.

Halaman:

Tags

Terkini