"La ilaha illallah ini kalimat spesial. Surga seindah itu dibikin atas kalimat itu bagi yang menerimanya dan neraka yang paling ekstrem dibikin atas kalimat itu juga bagi siapa saja yang menolaknya, itu saktinya kalimat ini," ungkap Gus Baha.
Pendakwah kondang asal Rembang ini pun membeberkan kesaktian lain dari kalimat La ilaha illallah yang bisa menjadi penggugur dosa puluhan tahun.
"Orang kafir 70 tahun lalu baca La ilaha illallah langsung jadi mukmin, jadi barang siapa yang melafadzkan kalimat ini itu dosa puluhan tahun itu hilang semua," ucapnya.
Selain itu, Gus Baha juga menyebut dzikir kalimat La ilaha illallah lebih diutamakan dibandingkan dengan kalimat istighfar yang selama ini disebut-sebut sebagai kalimat untuk memohon ampun.
"Dalam mazhab syadziliyah itu disebutkan bahwa wiridan lebih dulu La ilaha illallah ketimbang istighfar, kenapa? karena orang kafir 70 tahun baca istighfar ratusan kali belum tentu akan diampuni, tapi kalo La ilaha illallah, langsung diampuni," kata Gus Baha.
Menurut Gus Baha, orang kafir tidak bisa diampuni dosa-dosanya jika hanya mengucap istighfar ratusan bahkan ribuan kali jika tak memiliki dasar keimanan kepada Allah SWT melalui pelafalan La ilaha illallah.
"Jadi, istighfar itu baru berefek kalau sebelumnya didasari La ilaha illallah, maka ini basisnya semuanya adalah ilmu," tuturnya.
Selain itu, kalimat tauhid La ilaha illallah juga menjadi perlindungan dari godaan syaitan, hingga pembuka pintu rezeki dan keberkahan.
Untuk mendapatkan manfaat yang maksimal dari kalimat tauhid, kita perlu mengamalkannya dengan benar dengan niat yang tulus untuk selalu mendekatkan diri kepada sang khalik.
Amalan kalimat sakti "La ilaha illallah" ini dapat dibaca rutin dengan khusyuk baik setelah sholat fardhu maupun pada waktu-waktu lainnya.
Dengan mengamalkannya secara rutin amalan kalimat sakti La ilaha illallah dari Gus Baha dengan penuh keikhlasan, maka umat Islam dapat meraih banyak manfaat tak hanya di dunia tetapi juga di akhirat kelak.***