Dikutip SketsaNusantara.id dari situs resmi Humas Pemerintah Jawa Tengah, beberapa muridnya bahkan dikenal sebagai patriot, salah satunya adalah KH. Hasyim Asy’ari yang diberi gelar Pahlawan Nasional.
Selain mengajarkan ilmu yang ia miliki, Kyai Sholeh Darat juga berdakwah dengan menggunakan aksara pegon.
Baca Juga: Mengenal Sunan Kuning, Tokoh Ulama Tionghoa Jawa yang Sebarkan Islam di Semarang dan Pantura
Aksara Pegon atau Huruf Arab Pegon adalah salah satu media yang ia gunakan saat berkomunikasi dengan santri maupun kalangan awam.
Aksara Pegon sendiri adalah tulisan arab yang digunakan untuk menuliskan bahasa Jawa.
Itulah sebabnya Aksara Pegon sering dikenal juga dengan nama Huruf Arab Pegon.
Kyai Sholeh Darat menggunakan hurup arab pegon lantara pada saat itu tingkat pemahaman masyarakat awam tentang Islam masih cukup rendah.
Agar mudah dipahami, akhirnya Kyai Sholeh Darat menggunakan huruf arab Pegon sebagai strategi berdakwah dengan cara mentransformasikan Islam ke dalam bahasa lokal.
Bahkan Kyai Sholeh Darat disebut-sebut sebagai ulama yang pertama mensyarahi kitab al-Hikam dengan aksara Pegon.
Dan itulah nama hingga profil singkat Kyai Sholeh Darat, ulama asal Semarang yang jadi guru tokoh-tokoh nasional.***