"Inti dari Hakikat kan tunduk sama kehendak Tuhan, tapi kalau sudah tunduk pada Tuhan, tapi kalau kehendak Tuhan ruh harus di jasad, dan wujud jasad kita karena kehendak Tuhan, kenapa yang wujudnya jasad yang karena kehendak Tuhan itu kau ingkari? Sementara yang wujudnya ruh nggak kamu ingkari?" jelas Gus Baha.
Baca Juga: Gara-Gara Semangka, Syekh Siti Jenar Pernah Dibawa Sunan Kalijaga Bergabung dengan Wali Songo
Justru jika sudah mencapai Ilmu Hakikat, mestinya mengakui keberadaan jasad karena itu adalah kehendak Allah, bukan kehendak ruh yang menempati jasad.
Ajaran tersebut justru malah mengingkari kehendak Allah karena menolak konsep jasad pemberian dari-Nya.
Menurut Gus Baha, Siti Jenar baru mencapai level khayali dari Ilmu Hakikat. Akibatnya, ia mudah tersesat.
Bahkan menurut Gus Baha, sebenarnya kalau sudah mencapai level Hakikat sempurna, justru tidak terjebak pada level khayali semacam itu.
"Apapun kekurangannya, kenaifannya, ironinya, tetap kita terima," pungkas Gus Baha.***