Mereka tetap melanjutkan perjalanan sebelum singgah di Pesantren Sarang.
Ketika mereka sampai di Hutan Cepu, tiba-tiba ada begal yang menghadang dan kemudian Kyai As'ad bernegosiasi dengan begal tersebut. Namun tidak berhasil.
Akhirnya, begal itu mengeluarkan senjata dan para kyai berusaha melawannya.
KH. Abdul Wahab Chasbullah memiliki ide untuk mengangkat kedua tangannya dan menepuk begal itu kemudian begal tersebut jatuh tak berdaya.***