SketsaNusantara.id - Di dunia wayang kulit, Arjuna merupakan anak ketiga dari 5 Pandawa bersaudara.
Tokoh ini dikisahkan sebagai sosok yang sangat tampan, ksatria yang menggunakan busur panah sebagai senjata andalan, dan sifatnya yang anggun.
Dalam epos Mahabharata atau Baratayudha yang diterjemahkan secara Islami dalam wayang kulit oleh Sunan Kalijaga, karakter Arjuna merupakan simbol dari Rukun Islam ke-3.
Baca Juga: Wayang Kulit Bukan Syirik! Ada Dalil Kuat dari Al Quran yang Jadi Pedoman Sunan Kalijaga
Menurut para pakar pewayangan, Pandawa Lima memang merupakan simbol dari Rukun Islam yang terdiri dari 5 poin penting bagi semua umat Islam.
Puntadewa sebagai anak pertama melambangkan syahadat, Werkudara alias Bima menggambarkan sholat, Arjuna melambangkan puasa, Nakula dan Sadewa menyimbolkan zakat dan haji.
Masing-masing karakter wayang kulit juga memiliki penggambaran yang unik, hingga ke detail-detail tertentu.
Misalnya pada karakter Arjuna yang digambarkan memiliki mata sipit. Bagi masyarakat Jawa, penggambaran semacam itu tentu tak lazim jika mengasosiasikan pada ciri fisik rata-rata orang Jawa.
Lalu, kenapa mata Arjuna dan sejumlah karakter wayang kulit lainnya digambarkan sipit?
Menurut penjelasan Ustadz Salim A. Fillah, penggambaran detail mata seperti itu ada makna yang terkait dengan ajaran Islam.
Sebagai contoh adalah Arjuna yang dipahami sebagai penggambaran Rukun Islam ke-3 yakni puasa.
Arjuna merupakan ksatria Pandawa yang sangat rajin menjalani tirakat puasa dan semedi.