SketsaNusantara.id - Masjid Agung Demak adalah salah satu Masjid yang didirikan oleh para Wali Songo dalam waktu singkat.
Dalam proses pendirian Masjid ini, Sunan Kalijaga mempunyai peranan penting karena telah membetulkan arah kiblat masjid.
Selama proses pembangunan sempat mengalami perbedaan pendapat di antara para Wali Songo kecuali Sunan Kalijaga dalam penentuan arah kiblat.
Sunan Kalijaga hanya menyikapi perbedaan di antara para Wali Songo dengan tenang dan memberikan solusi penentuan arah kiblat hanya dengan tangannya berkat karomah kewaliannya.
Dillansir oleh SketsaNusantara.id dari Youtube Salim A Fillah, inilah makna dari Sunan Kalijaga memegang Ka'bah dan Masjid Agung Demak dalam menentukan arah kiblat.
"Dalam Babad dikisahkan bagaimana kemudian Masjid Demak awal di bangun itu lurus kebarat, lalu kemudian Sunan Kalijaga diceritakan kanan kananya memegang Kabah tangan kirinya memegang Masjid Demak kemudian digeser," ucap Salim A Fillah.
Kemudian Masjid Agung Demak ini digeser oleh Sunan Kalijaga supaya menghadap lurus ke arah Kiblat yang membuat Sunan Giri tidak percaya akan hal itu.
Sehingga dalam sebuah persidangan sempat terjadi perselisih paham antara Sunan Kalijaga dan Sunan Giri dalam penentuan arah kiblat masjid.
"Kemudian diceritakan dalam Babad Sunan Kalijaga membuka sebuah jendela mihrab dan dari jendela mihrab tersebut Sunan Giri mampu melihat Kabah." tambah Salim A Fillah.
Peristiwa penentuan arah kiblat ini terjadi tepat pada saat matahari sedang melintasi Ka'bah sehingga bisa terlihat dengan jelas saat proses penentuan arah kiblat dengan bantuan Ilmu Falak.
Kemungkinan pada masa itu yang menguasai atau ahli Ilmu Falak adalah Sunan Kalijaga yang mana Ilmu Falak ini adalah ilmu untuk mengetahui arah yang tepat kiblat yang tepat juga ilmu yang mempelajarai keadaan benda langit.
Baca Juga: 5 Murid Terkenal Sunan Kalijaga: Punya Kesaktian Luar Biasa Seperti Gurunya!