Cacat tangan yang dimiliki Gareng ini menjadi pengingat kepada semua umat manusia agar tidak sembarangan menyerobot apa saja yang bukan menjadi hak miliknya.
2. Matanya Juling
Artinya adalah tidak suka memandang hal-hal yang haram.
Baca Juga: Makna 2 Buto atau Raksasa di Gunungan Wayang Kulit, Penjaga Gerbang Ketauhidan
Dalam kehidupan, ada banyak kemaksiatan atau hal yang tak pantas untuk dilihat. Kondisi cacat Gareng menjadi pengingat agar selalu menjaga pandangan mata.
3. Kakinya Pincang dan Berjinjit
Kaki Gareng digambarkan pincang dan kalau berjalan selalu berjinjit.
Kondisi tersebut ternyata menggambarkan bagaimana manusia seharusnya bertindak dalam keseharian sebagai muslim, seperti riwayat Umar bin Khattab yang bertanya kepada Ubay bin Kaab.
"Apa itu takwa? Maka kata Ubay bin Kaab; wahai amirul mukminin, apakah engkau pernah berjalan di suatu jalan yang penuh duri?"
Sayyidina Umar pun menjawab pernah. Lalu Ubay pun menanyakan apa yang akan dilakukan.
"Aku berwaspada, dan aku bersungguh-sungguh," jawab Sayyidina Umar.
Itulah yang disimbolkan dari kaki pincang dan berjinjit Gareng, yakni orang yang selalu berjalan hati-hati dan waspada.
Jika mau mendapatkan kebaikan, berjalanlah menapaki kehidupan seperti Gareng.
Sejalan dengan dengan riwayatnya Sayyidah Aisyah:
"Cukuplah seorang itu dikatakan buruk tatkala ia merasa dirinya baik. Dan orang yang dikatakan baik itu jika ia merasa senantiasa kurang."
Itu semua merupakan ajaran Islam yang disematkan Sunan Kalijaga melalui karakterisasi para tokoh Punakawan seperti Gareng.