Setiap anak Semar memiliki senjata yang sebenarnya adalah penggambaran dari profesi alias pekerjaan.
Baca Juga: Makna 2 Buto atau Raksasa di Gunungan Wayang Kulit, Penjaga Gerbang Ketauhidan
Artinya, seorang dai harus memiliki pekerjaan dan semangat dalam bekerja, sebagaimana nabi terdahulu.
Berbagai hadis meriwayatkan profesi atau pekerjaan dari para nabi, misalnya Nabi Adam yang bekerja sebagai petani. Hal itu mirip dengan Bagong alias Bawor yang bersenjatakan kudi.
Kudi adalah alat pertanian yang wujudnya seperti parang dengan wujud agak melengkung dan pucuk seperti paruh burung.
Bagi masyarakat Banyumas, kudi juga menjadi simbol senjata khas yang dimaknai sebagai "lakune dadi" alias perilaku utama.
Kehadiran Bagong atau Bawor sebagai bagian Punakawan bukan semata untuk mengundang gelak tawa penonton.
Justru, Bagong dan karakter punakawan lainnya menjadi media penyampai pesan moral dan sosial melalui berbagai tingkah kelucuannya, sehingga penontong dapat merenungkan arti kehidupan serta kebijaksanaan.***