Saat Nabi Muhammad SAW bermimpi tentang sampi yang disembelih, beliau sudah mengerti bahwa umatnya akan banyak yang terbunuh saat perang.
Sedangkan harimau yang dalam bahasa Jawa kuno (Kawi) disebut sardula adalah gambaran dari sifat keserakahan, temperamental, dan nafsu-nafsu amarah lainnya dari manusia.
Dua hewan dalam Gunungan wayang kulit itu menjadi simbol benturan antara sifat-sifat baik dan buruk dalam diri manusia.
Selamanya dalam kehidupan, manusia akan mempertentangkan kedua hal tersebut demi mencapai tujuan akhir, yakni kehidupan kekal di akhirat.
Kehidupan di akhirat yang kekal dengan surga sebagai balasan bagi manusia yang beriman dan bertakwa, mesti dicapai melalui pertarungan abadi antara sifat-sifat tersebut.***