SketsaNusantara.id – Sunan Muria yang mempunyai nama asli Raden Umar Said adalah Wali Songo termuda yang lahir pada abad ke-15.
Sunan Muria juga memiliki nama kecil yaitu Raden Prawoto, dan ia adalah putra dari dari Sunan Kalijaga dan Dewi Sarah.
Menurut masyarakat sekitar Kota Kudus, nama “Muria” diambil dari nama sebuah gunung, yaitu Gunung Muria. Sunan Muria tinggal di Kecamatan Colo, Kota Kudus, Jawa Tengah.
Dilansir dari website smaislamhidayah.sch.id oleh SketsaNusantara.id, seperti yang dilakukan ayahnya, Sunan Muria melakukan dakwahnya dengan cara budaya dan kesenian.
Ia menciptakan berbagai jenis tembang sekar alit yang salah satunya adalah jenis tembang sinom yang berisikan nasehat kepada remaja untuk tidak terjerumus hal-hal negatif.
Selain itu, Sunan Muria juga dikenal pernah menciptakan karya yaitu jenis tembang kinanthi yang berisi tentang manusia membutuhkan tuntunan ke jalan yang benar agar bisa membentuk jati diri serta menggapai cita-cita.
Tak hanya berkarya menciptakan berbagai jenis tembang, ia melakukan strategi dakwah dengan cara bergaul dengan masyarakat jelata dan mengajari berbagai keterampilan yaitu diantaranya berdagang, kesenian, hingga bercocok tanam.
Dalam perjalanan dakwahnya, diketahui Sunan Muria merangkul budaya dan tradisi setempat dengan menyesuaikan ajaran Islam.
Ia pernah mengubah tradisi bancakan atau selametan yang menjadi kenduri untuk mengirim doa kepada leluhur melalui doa-doa yang diajarkan oleh Islam.
Selain itu, Sunan Muria dikenal dengan menyebarkan Islam dengan kesenian gamelan serta wayang agar bisa diterima oleh masyarakat.
Cerita pewayangan yang sering dibawakan oleh Sunan Muria yakni Topo Ngeli yang memiliki arti menghanyutkan diri dalam masyarakat.