religi

5 Fakta Malam 1 Suro yang Sering Dianggap Mistis, Awal Bulan Muharram Tak Boleh Keluar Rumah hingga Gelar Pesta?

Jumat, 5 Juli 2024 | 13:00 WIB
Ilustrasi Malam 1 Suro atau 1 Muharram. (Pexel.com/breett sayles)

Sultan Agung memadukan penanggalan Jawa yang dasarnya adalah tahun Saka warisan kepercayaa Hindu dengan penanggalan kalender Hijriah.

Hal tersebut melahirkan akulturasi budaya hingga menjadi dampak penyebaran ajaran Islam di tanah Jawa.

Baca Juga: Tahun Baru Islam 2024 Kapan? Cek Tanggal 1 Muharram 1446 Hijriah Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Jatuh Pada...

Adapun istilah Suro dalam penanggalan Jawa diambil dari kata Asyura, hari ke-10 di bulan Muharram dalam kelander Hijriah.

4) Kirab Malam 1 Suro

Upacara adat yang dilakukan di malam 1 Suro salah satunya yaitu Kirab malam 1 Suro, pertama kali dilakukan oleh Keraton Surakarta.

Kirab berupa iring-iringan hasil panen, barisan kerbau bule, hingga sejumlah abdi dalem keraton yang mengenakan pakaian adat Jawa.

Baca Juga: 30 Juz Cuma Ditulis Tangan! Ini Jejeran Peninggalan Wali Songo di Museum Masjid Agung Demak, Ada Dari Sunan Kalijaga

5) Tapa Bisu Mubeng Beteng

Fakta malam 1 Suro selanjutnya yaitu merupakan momen dilaksanakan tradisi Tapa Bisu Mubeng Beteng oleh Keraton Yogya.

Tradisi ini juga kerap kali diikuti oleh masyarakat sekitar yang melakukan kegiatan memutari pagar yang mengelilingi Keraton Yogya tanpa mengeluarkan suara atau membisu.

Selain upacara adat dan tradisi Jawa seperti yang dilakukan Keraton Surakarta dan Keraton Yogya, ada kegiatan lain yang sebagian dikerjakan masyarakat Jawa.

Baca Juga: Soko Tatal Ajaib Cuma Milik Sunan Kalijaga, Kok Bisa? Buah Tangan Wali Songo Untuk Masjid Agung Demak Ternyata...

Di malam 1 Suro sebagian masyarakat Jawa atau kolektor benda pusaka juga melakukan pejamasan pusaka seperti keris dan sejenisnya.

Penjamasan atau pencucian benda pusaka ini sebagai bentuk refleksi membersihkan diri dari dosa-dosa.***

Halaman:

Tags

Terkini