Baca Juga: Puasa Muharram Berapa Hari? Catat Jadwal dan Bacaan Niat Puasa Asyura hingga Ayyamul Bidh
1) Tradisi masyarakat Gunung Kawi
Dikutip dari laman Kemendikbud RI, warisanbudaya.kemdikbud.go.id pada 5 Juli 2024, ada salah satu tradisi budaya Jawa di malam 1 Suro dilakukan oleh masyarakat Gunung Kawi, Kepanjen, Malang, Jawa Timur.
Kegiatan upacara adat 1 Suro Gunung Kawi Kepanjen tersebut bertepatan dengan Tahun Baru Islam atau 1 Muharram.
Prosesi tersebut merupakan simbol ungkapan kegembiraan masyarakat atas datangnya Tahun Baru Islam dan wujud penghormatan untuk para leluhur.
Baca Juga: Doa Malam Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 Hijriah, Cek Arti dan Cara Mengamalkannya
2) Tidak boleh keluar rumah
Larangan keluar rumah di malam 1 Suro merupakan mitos yang berkembang di lingkungan masyarakat Jawa.
Mitos dipercaya hingga saat ini, namun di balik mitos larangan keluar rumah itu ada sebuah fakta dan maksud yang baik.
Di malam pergantian atau awal tahun, bulan Suro atau Muharram ini menjadi ajang intropeksi diri sambut lembaran baru.
Dari sisi psikologis, pergantian tahun dianggap sebagai waktu untuk merenungkan bersama keluarga atau berkumpul keluarga di rumah.
Baca Juga: 7 Peristiwa Penting yang Terjadi di Bulan Muharram: Ada Mukjizat Para Nabi hingga Pengampunan Dosa
Renungan tersebut bisa berisi apa saja yang sudah diperbuat di tahun lalu. Setelah itu, kebaikan apa yang akan dilakukan serta menata hidup untuk satu tahun ke depan.
3) Berkaitan dengan Sultan Agung
Malam 1 Suro atau awal Muharram berkaitan dengan sosok Sultan Agung, sebagai Raja Mataram.