Menurut Antonio Hurdt, masjid yang digunakan sebagai gudang mesiu pasukan Belanda tersebut merupakan masjid peninggalan Sunan Bonang.
Tentu saja, keberadaan 4 makam Sunan Bonang ini memang bisa menimbulkan kebingungan dan kerancuan bagi mereka yang ingin menziarahinya.
Para sejarawan menganalisis bahwa keberadaan 4 makam Sunan Bonang ini sebenarnya lazim terjadi untuk wali songo yang lain maupun tokoh-tokoh besar pada zaman lampau.
Ada faktor mendasar yang menyebabkan para wali songo diyakini memiliki makam lebih dari satu lokasi;
Hal ini disebabkan karena sejak awal tidak terbedakan, mana lokasi yang benar-benar makam dan mana yang hanya berupa petilasan.
Keberadaan para wali songo yang berkeliling ke berbagai daerah untuk menyebarkan Agama Islam di Tanah Jawa memang lazim memiliki berbagai petilasan yang menjadi peninggalan bersejarah.
Seringkali para wali memang menetap dalam kurun waktu tertentu di lokasi tersebut baik untuk mengajarkan Agama Islam atau hanya sekedar lewat.
Apapun, jasa Sunan Bonang yang menjadi penyokong kerajaan Demak dan sekaligus ikut
terlibat dalam pendirian masjid di kota Bintoro Demak tidak bisa dilupakan.
Sunan Bonang mengajarkan filsafat ketuhanan, yakni iman, tauhid dan makrifat yang terdiri dari pengetahuan yang sempurna.
Maksudnya bahwa kesempurnaan barulah akan tercapai hanya dengan terus menerus mengabdi kepada Tuhan.***
Sumber; Kisah Kehidupan Wali Songo (Labiz MZ)
Wali Songo Mengislamkan Tanah Jawa (Dewi Evi Anita 2014)